Berangkat dari Hobi, Sejuta Pengalaman Baru Terbuka

Mengoptimalkan privilege sebagai seorang dokter dari sisi lain

dr. Debryna Dewi Lumanauw

Sumber gambar: https://www.instagram.com/debrynadewi/

Di tengah kesibukannya sebagai salah satu tim Indonesia Search and Rescue (INASAR) di Basarnas, dr. Debryna Dewi Lumanauw tetap meluangkan waktu untuk menjalani hobinya. Dari postingan di halaman Instagram-nya, @debrynadewi, dokter kelahiran Magelang ini tidak hanya berbagi informasi seputar pandemi, tetapi juga hasil olahan tangannya, yaitu sourdough dan resepnya.  

Pengalaman olah resep pertama dimulai sejak internship. Di waktu luang, Debryna mencoba beragam resep, termasuk sourdough yang hingga kini masih ditekuninya dan membuatnya dikenal. Walaupun sering gagal, kesukaannya akan produk fermentasi roti ini membuatnya terus bereksperimen. Dari situlah, publik beranggapan ia gemar membuat roti. Beberapa unggahan di Instagram menunjukkan kegiatannya ngadon di mobil, “Mengurus sourdough biasanya nggak mau melewatkan jam memberi makannya (red: memberi ragi ke adonan). Jadi, untuk melakukannya di mobil itu cukup biasa.”

Sebelum berkutat dengan sourdough, ia merasa bahwa seorang dokter harus dan hanya bisa sukses dalam bidangnya. “Seakan-akan aku harus sukses banget di bidang ini, karena this is the only thing that I can be successful at,” ujar sang dokter. Ternyata, kegemarannya mengolah adonan membuka matanya terhadap berbagai hal baru.

Hobi ini membawanya menjadi bagian tim dokter untuk Gordon Ramsay, mengadakan charity bersama komunitas bakers di tahun 2020 dan 2021 dengan jumlah fantastis hingga relasi yang luas di luar dunia kedokteran. 

Selain hobi bereksperimen dengan resep, Debryna juga gemar diving. Kegemaran ini membawanya melanjutkan pendidikan emergency medicine di Negeri Paman Sam. Saat kembali ke Indonesia, ia bergabung dengan Basarnas karena tertarik dengan hobi diving

Perjalanan Debryna tidak lepas dari peran beberapa role model, yakni Naila Novaranti, seorang instruktur skydiving militer, dan Putri Dela Karneta, salah satu dari sedikit rescuer dan diver perempuan di Basarnas. Mereka adalah pahlawan dalam melawan isu seksisme di ranah profesi yang didominasi pria. Melihat Naila dan Putri yang bekerja tangguh di bidangnya membuat Debryna merasa tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam konteks profesi. Keduanya mematahkan argumentasi ‘laki-laki lebih kuat dari perempuan’. Adapun di bidang kuliner, role model-nya adalah William Wongso, seorang minoritas tokoh globalisasi makanan Indonesia. Sekarang, keduanya berteman baik dan sering menunjukkan keakrabannya melalui Instagram. 

Hobi dan pekerjaan yang sekarang digeluti Debryna tidak luput dari berbagai tantangan. Debryna mengaku bahwa ibunya cukup protektif akan pekerjaan lapangan Debryna dan keberatan pada pekerjaannya di Basarnas, terutama diving. Namun, hal itu tidak menghalanginya untuk terus memberikan manfaat bagi sekitar.

“Sebagai dokter, kita punya privilege untuk melakukan hal baik bagi sekitar kita,” ungkap Debryna. Menurutnya, banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan sebagai seorang dokter untuk mengabdi selain melalui kegiatan bakti sosial. Debryna berpesan untuk tidak hanya bertanggung jawab sebatas profesi, tetapi juga mampu berperan sebaik mungkin untuk memberi manfaat ke komunitas dan alam.

Penulis: Farah Rafiqah Aulia, Oriana Zahira Putri, Raisa Amany
Editor: Gabrielle Adani

dr. Debryna Dewi Lumanauw dr. Debryna Dewi Lumanauw

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius