Betulkah Obat Cacing Ini Dapat Menyembuhkan Covid-19?

Menelusuri obat ivermektin yang mendadak tenar di tengah melejitnya infeksi Covid-19

Belakangan ini, ivermektin digadang-gadang sebagai obat yang dapat menyembuhkan Covid-19. Obat tersebut menjadi viral setelah beredarnya berita bahwa seorang menteri mengklaim ivermektin telah disetujui oleh BPOM untuk digunakan sebagai obat Covid-19. 

Antusiasme penggunaan ivermektin sebagai obat Covid-19 tidak hanya berasal dari dalam negeri. Di negara lain, penggunaan ivermektin dalam terapi Covid-19 juga diusulkan oleh kelompok-kelompok tertentu.  Berbagai riset in vitro memang menunjukkan bahwa ivermektin dapat menghambat replikasi virus SARS-CoV-2, tetapi temuan ini perlu disikapi dengan penuh keberhati-hatian.

Ivermektin biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi cacing. Obat ini tergolong sebagai obat keras sehingga penggunaannya harus disertai resep dokter. Efek samping penggunaan ivermektin meliputi ruam, mual-muntah, diare, penurunan tekanan darah mendadak, gangguan saraf, hingga kerusakan hati.

Terkait Covid-19, hingga kini, baru terdapat beberapa studi awal berskala kecil yang memberikan hasil positif terkait potensi ivermektin untuk melawan Covid-19. Namun, belum ada data dari uji klinis dengan jumlah subjek yang cukup untuk menetapkan manfaat ivermektin dalam pengobatan Covid-19.

Selain belum cukupnya data, terdapat beberapa alasan lain mengapa penggunaan ivermektin masih kontroversial dan belum direkomendasikan pada pasien Covid-19. Ivermektin memang dilaporkan dapat menghambat replikasi SARS-CoV-2 pada kultur ginjal monyet, tetapi konsentrasi ivermektin yang digunakan pada studi tersebut sangat tinggi, yakni mencapai 10.000 kali lipat dibandingkan dosis yang umum diberikan kepada manusia. Tentu tidak realistis bila pengobatan menggunakan dosis tersebut karena berpotensi menimbulkan efek samping serius. 

Di samping itu, validitas dari data uji ivermektin yang beredar di internet pun diragukan. Pasalnya, beberapa situs web yang memuat meta analisis dari studi-studi ivermektin dituding tidak melakukan analisis sesuai dengan kaidah metodologi yang baik, misalnya tidak terdapat kelompok kontrol, jumlah subjek yang terlalu sedikit, dan desain studi open-label.

Hingga saat ini, baik FDA, WHO, maupun BPOM belum menyetujui penggunaan ivermektin untuk mengobati Covid-19 karena manfaatnya yang masih belum jelas. Sebelum ivermektin dapat digunakan secara luas untuk Covid-19, perlu bukti ilmiah lebih lanjut untuk mengonfirmasi manfaat obat dalam uji klinis. Oleh karena itu, hingga saat ini, penggunaan ivermektin untuk Covid-19 hanya terbatas pada uji klinis. 

Di luar negeri, tercatat beberapa kasus pasien Covid-19 mengonsumsi ivermektin dosis tinggi yang setara dengan dosis untuk kuda. Hal tersebut sangatlah berbahaya dan pasien-pasien tersebut pun akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Jangan sampai hal yang serupa terjadi di Indonesia akibat kurangnya edukasi dan lalainya regulasi obat.

Mengingat organisasi kesehatan dan regulator obat belum secara resmi menetapkan penggunaan ivermektin sebagai obat Covid-19, alangkah baiknya untuk tidak langsung terburu-buru menggunakan ivermektin ketika terkena Covid-19, apalagi memborong ivermektin dan menggunakannya sembarangan tanpa resep dokter. Hendaknya kita selalu bijak dalam menyikapi berita baru, terlebih yang berkaitan dengan obat-obatan. 

Referensi:

Caly L, Druce JD, Catton MG, Jans DA, Wagstaff KM. The FDA-approved drug ivermectin inhibits the replication of SARS-CoV-2 in vitro. Antiviral Research. 2020 Jun;178:104787.

Garegnani LI, Madrid E, Meza N. Misleading clinical evidence and systematic reviews on ivermectin for COVID-19. BMJ EBM. 2021 Apr 22; doi: 10.1136/bmjebm-2021-111678.

MIMS Online. Ivermectin [Internet]. Singapore: MIMS; 2021 [cited 2021 June 26]. Available from: https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ivermectin?mtype=generic

Chaccour C, Casellas A, Blanco-Di Matteo A, Pineda I, Fernandez-Montero A, Ruiz-Castillo P, et al. The effect of early treatment with ivermectin on viral load, symptoms and humoral response in patients with non-severe COVID-19: A pilot, double-blind, placebo-controlled, randomized clinical trial. EClinicalMedicine. 2021 Feb;32:100720.

Kumar BS, Jeyaraman M, Jain R, Anudeep TC. A Wonder Drug in the Arsenal against COVID – 19: Medication Evidence from Ivermectin. JAMMR. 2020 Jul 6;32(10):30-7.

Homepage [Internet]. Oxford: PRINCIPLE; 2021. We are investigating these treatments; 2021 [cited 2021 June 27]. Available from: https://www.principletrial.org/

Food and Drug Admnistration [Internet]. Silver Spring: Consumer Updates; 2021 [cited 2021 Juni 26]. Available from: https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/why-you-should-not-use-ivermectin-treat-or-prevent-covid-19

Penulis: Hubert Andrew
Editor: Alexander Rafael Satyadharma

Share your thoughts