Cek Fakta: Benarkah Bawang Putih Mampu Membasmi Corona?

Seiring dengan meningkatnya angka kejadian Covid-19 di Indonesia, masyarakat pun mulai melakukan berbagai tindakan pencegahan untuk melindungi dirinya dan orang-orang terdekat dari penyakit ini. Tak sedikit tindakan pencegahan yang justru mengundang pertanyaan terkait kebenarannya. Satu dari sekian mitos yang bermunculan adalah khasiat bawang putih dalam menangkal virus corona. Benarkah demikian?

Bawang putih (Allium sativum) merupakan bahan pangan yang kerap ditemui dalam menu makanan masyarakat Indonesia. Bawang putih diketahui kaya akan kandungan mineral dan vitamin, seperti kalsium, mangan, selenium, vitamin B6 serta vitamin C yang tentunya bermanfaaat bagi tubuh.

Selain itu, bawang putih juga mengandung zat antikuman berupa allicin yang efektif dalam menangkal berbagai jenis bakteri, jamur, parasit, dan virus penyebab gangguan saluran pencernaan. Allicin memicu reaksi kimia beberapa enzim yang kemudian mampu mengganggu metabolisme kuman sehingga pertumbuhan kuman dapat dicegah.

Belakangan ini, santer terdengar berita di media sosial yang menyebutkan bahwa bawang putih ampuh dalam melawan virus corona. Sebuah penelitian terdahulu memang menyebutkan bahwa bawang putih dapat menghambat pertumbuhan virus corona nonakut penyebab bronkitis. Namun, perlu digarisbawahi bahwa jenis virus corona yang dimaksud berbeda dengan virus penyebab Covid-19 yang tengah dihadapi sekarang.

Perlu diketahui bahwa terdapat berbagai macam jenis virus corona. Keluarga virus ini biasanya menyebabkan gangguan saluran pernapasan. Covid-19 sendiri disebabkan oleh jenis virus corona terbaru yang disebut severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Hingga saat ini, belum ada satupun vaksin atau antivirus spesifik yang ampuh melawan keluarga virus corona, khususnya SARS-CoV-2.

Berdasarkan fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa bawang putih belum terbukti secara ilmiah dapat menangkal SARS-CoV-2. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kinerja dan kandungan allicin-nya dalam melawan SARS-CoV-2. Terlepas dari itu, pemanfaatan bawang putih dalam menu makanan sehari-hari tentu saja sangat dianjurkan demi memelihara kesehatan tubuh.

Dalam menekan angka penularan Covid-19, masyarakat wajib untuk terus menjaga kesehatan tubuh dan kebersihan lingkungan. Hal tersebut dapat diimplementasikan melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik rutin, tinggal di rumah untuk sementara waktu, dan mencuci tangan sesuai anjuran WHO.

 

Lihat juga seputar Covid-19 di sini.

 

Referensi:

  1. Coronavirus diseases (COVID-19) advice for the public: myth busters. Geneva: WHO; 2020 [cited 2020 Mar 30]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/myth-busters
  2. Ankri S, Mirelman D. Antimicrobial properties of allicin from garlic. Microbes Infect. 1999 Feb;1(2):125-9.
  3. Shojai TM, Langeroudi AG, Karimi V, Barin A, Sadri N. The effect of Allium sativum (garlic) extract on infectious bronchitis virus in specific pathogen free embryonic egg. Avicenna J Phytomed. 2016 Jul-Aug;6(4):458-67.

Share your thoughts