Cermati Pertumbuhan Bayi dengan Antropometri

Mari, pastikan si kecil mendapat pemeriksaan antropometri yang akurat!

antropometri pertumbuhan

Pemeriksaan antropometri bertujuan untuk menilai status gizi dan pengukuran pertumbuhan pada bayi dan anak yang melibatkan tiga komponen, yaitu pengukuran panjang badan, berat badan, dan lingkar kepala. Dengan rutin melakukan pemeriksaan antropometri, diharapkan pertumbuhan dan perkembangan anak dapat terpantau dan gangguan yang mungkin ada dapat terdeteksi dini, contohnya stunting. Oleh karena itu, pemeriksaan harus dilakukan dengan cermat dan teliti.

Sebelum melakukan prosedur, siapkan alat dan bahan pengukuran terlebih dahulu, yaitu timbangan bayi, pengukur panjang bayi, pita pengukur lingkar kepala, kurva pertumbuhan WHO/CDC, dan kurva lingkar kepala Nellhaus. Pemeriksaan antropometri selanjutnya dilakukan dalam dua tahap, yaitu pengukuran dan penentuan status gizi anak.

Pemeriksa dapat memulai pengukuran dengan menera timbangan bayi dan meminta orangtua untuk melepaskan pakaian yang dikenakan bayi. Setelah memastikan tidak ada pakaian bayi yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran, pemeriksa dapat meletakkan bayi pada timbangan bayi secara hati-hati. Pembacaan dilakukan dengan melihat angka yang tertera saat bayi diam pada 50 gram terdekat. Selanjutnya, plot pengukuran berat pada kurva berat badan per usia bayi WHO.

Pemeriksaan antropometri dapat dilanjutkan dengan pengukuran panjang badan. Posisikan kepala bayi pada bagian papan pengukur yang tidak bergerak, lalu luruskan kaki bayi dan tahan lututnya. Saat membaca pengukuran, fleksikan tumit bayi pada bagian ujung papan. Baca hasil pengukuran dalam 0,1 cm terdekat dan plot pengukuran panjang badan pada kurva panjang badan per usia WHO.

Berikutnya, lakukan pengukuran lingkar kepala dengan kondisi bayi yang ditegakkan. Selama melakukan pengukuran lingkar kepala, pastikan bayi dalam kondisi diam; coba untuk tenangkan bayi terlebih dahulu jika bayi tidak bisa diam. Mulai ukur lingkar kepala dengan pita pengukur melalui glabella, atas telinga, dan protuberantia occipitalis. Jika ragu, ulangi pemeriksaan sebanyak tiga kali dan ambil hasil lingkar kepala yang terpanjang. Selanjutnya, catat hasil pengukuran dan plot pada kurva lingkar kepala Nellhaus.

Langkah terakhir pemeriksaan antropometri adalah melakukan pengukuran status gizi. Untuk bayi & anak berusia 0—5 tahun, gunakan kurva WHO untuk pengukuran status gizi. Status gizi ditentukan dari kurva berat badan per tinggi badan (BB/TB). Satu hal yang menjadi catatan khusus: pada bayi dengan kondisi tertentu seperti asites berat, status gizi tidak dapat ditentukan dengan kurva BB/TB, tetapi menggunakan lingkar lengan atas (LILA).

Setelah melakukan interpretasi status gizi, jelaskan hasil pemeriksaan serta berikan edukasi kepada orang tua terkait hal yang perlu dipertahankan atau dilakukan berikutnya. Ingatkan ibu untuk rutin memeriksakan bayinya dan terus melakukan asih, asah, dan asuh di rumah.

 

Referensi:

  1. Wahidiyat I, Sastroasmoro S. Pemeriksaan klinis pada bayi dan anak. 3th ed. Jakarta: Sagung Seto; 2014.
  2. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Panduan dan Daftar Tilik Tutorial Keterampilan Klinik Dasar Keterampilan Pemeriksaan Antropometri pada Anak. Depok: FKUI; 2018.
  3. Casadei K, Kiel J. Anthropometric Measurement. [updated 2021 Apr 25]. In: StatPearls.

Penulis: Laurentia Yamin
Editor: Kareen Tayuwijaya

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius