Gangguan Psikotik

Definisi

Gangguan psikotik adalah gangguan mental berat yang menyebabkan gangguan dalam berpikir maupun membentuk persepsi. Seringkali orang dengan gangguan ini kehilangan kemampuan untuk menilai realita.

Gangguan psikotik dapat melibatkan panca indera, seperti penglihatan, pendengaran, sensori kulit, maupun penciuman. Gangguan psikotik bisa muncul dalam berbagai bentuk penyakit, antara lain gangguan psikotik akut, skizofrenia, gangguan waham menetap, dan gangguan skizoafektif. Gangguan psikotik lebih tinggi angka kejadiannya pada negara-negara berkembang dibandingkan negara maju. Beberapa klinisi memercayai bahwa gangguan ini lebih sering terjadi pada orang dengan kelas sosioekonomi menengah ke bawah, imigran, atau orang dengan riwayat gangguan kepribadian.

Gejala Klinis

Gejala klinis utama pada gangguan psikotik:

  • Waham atau delusi, yakni munculnya keyakinan kuat yang salah, misalnya percaya bahwa ada orang yang ingin berbuat jahat atau merasa dirinya paling hebat.
  • Halusinasi, yakni persepsi yang salah berupa melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

Gejala lain yang mungkin muncul:

  • Cemas berlebihan
  • Gangguan tidur
  • Wajah pucat dan badan lemas
  • Gangguan berbicara
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Perilaku-perilaku yang aneh, seperti menyeringai tanpa sebab, gaduh gelisah, dan lainnya
  • Cenderung apatis terhadap lingkungan

Gejala-gejala ini dapat bertahan dengan jangka waktu bervariasi. Pada gangguan psikotik akut, gejala-gejala psikotik berlangsung kurang dari 1 bulan. Apabila gejala-gejala tersebut berlangsung dalam 1 bulan atau lebih, gangguan atau penyakit yang terjadi dinamakan skizofrenia.

Etiologi & Patogenesis

Penyebab gangguan psikotik, khususnya dengan episode singkat atau akut sebagian besar belum diketahui. Tetapi, orang dengan gangguan kepribadian mungkin saja lebih rentan secara psikologis dan biologis. Beberapa penyebab yang mungkin menjadi faktor risiko atau pemicu timbulnya gejala psikotik, yaitu:

  • Riwayat mengalami peristiwa traumatik
  • Konflik keluarga
  • Penyakit kronik yang tidak kunjung membaik
  • Masalah sosial
  • Riwayat gangguan mental
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti alkohol

Patofisiologi

Patofisiologi dari gangguan psikotik belum dapat diketahui secara pasti, namun beberapa studi menunjukan bahwa gangguan ini bersifat multifaktorial. Salah satu teori menunjukan bahwa terdapat pengaruh kerentanan genetik terhadap munculnya gangguan psikotik, salah satunya adalah apabila terdapat gangguan perkembangan otak. Teori lain, yaitu teori psikodinamik, menunjukan bahwa gejala psikotik bisa muncul karena mekanisme adaptasi atau koping terhadap timbulnya beban psikologi yang kurang memadai.

Secara biologis, gangguan psikotik juga dihubungan dengan adanya gangguan zat kimia dalam otak atau neurotransmitter beserta jarasnya. Beberapa hipotesis menunjukan bahwa peningkatan aktivitas dopamine sentral, hipofungsi atau penurunan aktivitas glutamat, serta peningkatan serotonin dan epinefrin memiliki hubungan yang kuat terhadap timbulnya gangguan psikotik.

Diagnosis

Dalam penegakan diagnosis, setidaknya perlu ditemukan tiga ciri utama pada orang dengan dugaan mengalami gangguan psikosis:

  • Adanya minimal satu gejala psikosis positif, seperti waham, halusinasi, atau gangguan perilaku
  • Gejala tidak muncul kurang dari sehari atau lebih dari sebulan (untuk gangguan psikotik akut)
  • Gejala muncul dalam satu bulan atau lebih (untuk diagnosis skizofrenia)
  • Gangguan perilaku tidak dipengaruhi kondisi medis atau penggunaan obat lain

Anamnesis terhadap pasien menggunakan wawancara, termasuk riwayat terjadinya stress atau gangguan psikologis penting untuk dilakukan. Dalam wawancara psikiatrik, dapat dilihat gangguan-gangguan apa saja yang dialami pasien serta dapat dilihat bagaimana perkembangan serta prognosis penyakit. Pemeriksaan penunjang seperti laboratorium maupun pencitraan (radiologi) tidak direkomendasikan, kecuali jika diduga ada keterlibatan kondisi medis dan penggunaan obat narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) dalam timbulnya gejala psikotik.

Tata Laksana

Pengobatan untuk gangguan psikotik bergantung kepada tingkat keparahan gejala. Tata laksana utama dilakukan untuk mencegah penderita menyakiti dirinya atau orang lain, sehingga dalam beberapa kondisi akut, seperti gaduh gelisah atau percobaan bunuh diri diperlukan perawatan inap.

Tata laksana yang diberikan adalah pemberian obat-obatan antipsikotik kepada pasien dalam jangka waktu panjang. Pemberian obat-obatan ini harus diiringi dengan psikoterapi edukatif serta terapi kognitif yang komprehensif dan berkelanjutan. Terapi tersebut tidak bisa serta merta dihentikan apabila gejala menghilang karena dapat menyebabkan gangguan psikotik muncul kembali dengan prognosis yang lebih buruk. Dukungan keluarga dan orang terdekat penting untuk membangun rasa percaya diri dan percepatan kesembuhan penderita.

Komplikasi & Prognosis

Komplikasi dari gangguan psikosis umumnya adalah berupa hendaya dalam beraktivitas sehari-hari dan penurunan fungsi kognitif. Komplikasi yang membahayakan dapat berupa upaya melukai diri sendiri,upaya bunuh diri, dan gaduh gelisah yang dapat membahayakan orang lain.

Selain komplikasi dari penyakitnya, komplikasi lain yang perlu diperhatikan pada pasien yang menggunakan obat-obatan antipsikotik adalah komplikasi akibat efek samping obat. Efek samping obat yang dapat muncul antara lain kekakuan pada leher, bicara menjadi pelo atau tidak jelas, hingga yang paling parah dapat mengalami sindroma neuroleptik maligna.

Prognosis gangguan psikotik cukup baik apabila ditangani dengan baik dan diberikan tata laksana dengan adekuat. Perlu diperhatikan bahwa gejala mungkin saja berulang jika ada pemicu stress. Prognosis dapat menjadi buruk jika penderita juga memenuhi kriteria gangguan psikologis lain atau terlambat dalam mendapatkan penanganan.

Referensi

  1. Stephen A, Lui F. Brief Psychotic Disorder. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan [updated 2020 Jul 6; cited 2020 Dec 15]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539912/
  2. Memon MA. Brief psychotic disorder [Internet]. [Place of Published unknown]: Medscape; 2020 Dec 9 [cited 2020 Dec 15]. Available at: https://emedicine.medscape.com/article/294416-overview#a1
  3. [Authors unknown]. Psychosis [Internet]. [Place of Published unknown]: NHS; 2019 Dec 10 [cited 2020 Dec 15]. Available at: https://www.nhs.uk/conditions/psychosis/

Share your thoughts