Insufisiensi Vena Kronik

Definisi

Insufisiensi vena kronik (IVK) adalah ketidakmampuan katup vena menahan aliran balik yang menimbulkan regurgitasi sehingga terjadi hipertensi vena dan gangguan mikrosirkulasi yang berakhir dengan lesi lapisan epidermis.1,2

Sinonim: Varises tungkai sering dianggap sama dengan insufisiensi vena kronik, namun hal ini tidak benar karena varises adalah jenis IVK pada vena yang dekat pada kulit. Terdapat IVK yang muncul pada vena yang lebih dalam.

Gejala Klinis

Gejala yang dapat timbul :

  • Nyeri atau pegal pada tungkai baik saat aktivitas maupun istirahat
  • Varises
  • Edema (bengkak)
  • Hiperpigmentasi (perubahan warna pada kulit) dengan ulkus yang aktif atau menyembuh2

Etiologi dan Patogenesis

Etiologi penyakit ini dapat diklasifikasikan dengan primer dan sekunder. Insufisiensi vena kronik primer (tanpa penyebab lain) tidak memiliki kejadian pemicu dan disebabkan oleh kelainan kongenital atau perubahan biokimia dinding vena. Perubahan pada dinding vena berkaitan dengan menurunnya kandungan elastin, peningkatan remodelling matriks ekstraseluler dan infiltrat inflamasi. Puncaknya dapat mengubah integritas pembuluh darah yang memicu pelebaran dan inkompetensi katup vena.1

Sementara itu, insufisiensi vena kronik sekunder disebabkan oleh trombosis vena dalam  (proses penggumpalan darah) yang memicu respons inflamasi dan menyebabkan kerusakan dinding vena. Studi terbaru menunjukkan bahwa sekitar 70% kasus merupakan insufisiensi vena kronik primer dan 30% sekunder.1

Patofisiologi

Mekanisme terjadinya insufisiensi vena kronik adalah aliran balik (refluks) atau sumbatan aliran darah vena. Penyakit ini dapat berkembang dari katup vena yang rusak. Tekanan tinggi pada vena dapat menyebabkan nyeri pada ekstremitas bawah dan edema (bengkak). Beberapa pasien mengalami hiperpigmentasi kulit permanen dari endapan hemosiderin ketika sel darah merah ekstravasasi ke jaringan sekitarnya. Sebagian besar pasien juga akan mengalami lipodermatosklerosis, yaitu penebalan kulit akibat fibrosis lemak subkutan. Ketika penyakit berlanjut, mikrosirkulasi yang terganggu dan semakin melemahnya kulit akan menyebabkan ulkus atau luka.1

Beberapa faktor risiko terjadinya penyakit ini adalah sebagai berikut.1

  • Usia tua
  • Riwayat trombosis vena dalam
  • Gaya hidup sedenter
  • Kontrasepsi oral
  • Trauma kaki
  • Hipertensi

Diagnosis

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.1,2

  • EKG
  • Pemeriksaan laboratorium : Hemoglobin, Hematokrit, Leukosit, gula darah sewaktu, elektrolit, ureum, kreatinin, HBsAg
  • Doppler arteri-vena
  • Ultrasonografi duplex arteri
  • Phlebography, yaitu teknik pemeriksaan radiologui untuk mengetahui gambaran aliran darah vena

Tata Laksana

Pasien dengan insufisiensi vena kronik harus dirawat berdasarkan tingkat keparahan dan sifat penyakit. Tujuan dari perawatan adalah mengurangi ketidaknyamanan dan edema, menstabilkan penampilan kulit, menghilangkan varises.2

Umum

Pemakaian stocking gradien (kaus kaki kompresi) atau balut elastik pada kaki.

Khusus

Perlu memperhatikan derajat klinis.

  • Derajat 0 : tidak nampak atau teraba gejala varises
  • Derajat 1 : tampak varises kapilaris/telangiektasis
  • Derajat 2 : tampak varises berkelok-kelok
  • Derajat 3 : edema tungkai
  • Derajat 4 : kelainan trofik kulit : pigmentasi, eksema, lipodermatosklerosis
  • Derajat 5 : ulserasi/ulkus varikosum
  • Derajat 6 : kelaian kulit lanjut dan ulkus yang nyeri/aktif.

Tatalaksana sesuai derajat klinis adalah sebagai berikut.

  • Derajat klinis (C) 0-4 simptomatis : MPPF oral 2×1 perhari selama 6 bulan (vena retikularis atau varises dapat dilakukan terapi sklerosing)
  • Derajat klinis (C) 5-6 : MPPF 2×1 perhari, apabila ulkus tidak membaik maka perlu kombinasi tindakan sklerosing/stripping/valvuloplasti/EVLT (Endovenous Laser Treatment). Sklerosing adalah prosedur medis menggunakan alat ultrasonografi untuk menyuntikkan larutan garam ke dalam vena agar menyusut dan mengempis.

Komplikasi

Apabila penyakit ini tidak diterapi dengan baik biasanya akan berprogresi menjadi sindrom post-phlebitic dan ulkus vena.1

Referensi

  1. Patel S, Surowiec S. Venous Insufficiency [Internet]. Ncbi.nlm.nih.gov. 2020 [cited 13 March 2020]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430975/
  2. Insufisiensi vena kronik tungkai (IVK). In : Panduan praktik dan clinical pathway penyakit jantung dan pembuluh darah. 1st ed. Jakarta : Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI);2016. p.282-4.

Share your thoughts