Ivermectin: Obat Cacing yang Diklaim Ampuh Atasi Covid-19

ivermectin

Benarkah Ivermectin dapat mengatasi Covid-19?

Ivermectin dikenal luas sebagai obat cacing. Obat ini mampu membunuh parasit yang sedang berkembang di usus. Ivermectin memiliki ikatan yang kuat dan selektif terhadap kanal ion klorida berpintu glutamat dari sel saraf dan otot invertebrata. Hal tersebut meningkatan permeabilitas membran sel terhadap ion klorida sehingga terjadi hiperpolarisasi sel saraf yang berujung pada kematian parasit.

Ivermectin merupakan obat antiparasit dengan spektrum yang luas. Obat ini dapat mengatasi strongyloidiasis, yakni infeksi cacing gelang yang masuk ke tubuh melalui kulit, berkembang biak di saluran pernapasan, dan kemudian hidup di usus. Ivermectin juga dapat mengontrol onkosersiasis, yakni infeksi cacing gelang dengan gejala ruam, benjolan di bawah kulit, dan masalah penglihatan.

Ivermectin memiliki dua sediaan, yakni sediaan oral dan topikal yang dapat digunakan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Sediaan oral dapat diserap secara baik di saluran pencernaan dalam keadaan puasa, terutama bila dikonsumsi dengan makanan yang tinggi lemak. Obat ini dapat mengatasi onkosersiasis maupun strongyloidiasis usus pada anak-anak dengan berat lebih dari 15 kg maupun orang dewasa. Sediaan topikal dapat mengobati pedikulosis kepala akibat infestasi kutu pada anak-anak berusia lebih dari 6 bulan maupun orang dewasa. Sediaan ini memerlukan waktu 10 jam untuk mencapai puncak konsentrasinya. Sementara itu, sediaan oral hanya memerlukan waktu 4 jam. Ivermectin memiliki konsentrasi tinggi di hati dan sel lemak. Obat ini akan dimetabolisme di hati oleh isoenzim CYP3A4 dan selanjutnya dikeluarkan dari tubuh melalui feses maupun urine.

Sebagai agen antiparasit, Ivermectin merupakan turunan Avermectin yang paling umum dipakai. Avermectin berasal dari bakteri tanah Streptomyces avermitilis dan merupakan antiparasit yang kuat. Sebanyak 90% komposisi dari ivermectin adalah 22,23-dihydro-avermectin B1a dan kurang dari 10%-nya adalah 22,23-dihydro-avermectin B1b.

Di samping beragam manfaat yang dimilikinya, Ivermectin memiliki beberapa efek samping seperti lesu, mengantuk, sakit kepala, pusing, hilang nafsu makan, nyeri otot, rasa tidak nyaman pada dada, gemetar tak terkendali, gangguan pencernaan, maupun ruam kulit ringan. Apabila pasien memakai ivermectin untuk menangani onchocerciasis, terdapat beberapa efek samping seperti pembengkakan di seluruh tubuh dan takikardia. Selain itu, pasien dengan riwayat alergi atau hipersensitivitas Ivermectin perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.

Ivermectin sempat menjadi perbincangan publik seiring dengan merebaknya informasi yang menyatakan bahwa obat ini dapat mengobati Covid-19. Mengingat jumlah kematian yang terjadi akibat penyakit Covid-19 yang tinggi, tidak mengherankan jika beberapa orang mencoba berbagai pengobatan meskipun belum disetujui penggunaannya untuk mengobati Covid-19. Obat ini tidak bebas dibeli di apotek dan hanya dapat diperoleh dengan resep dokter karena tergolong obat keras. Sayangnya, beberapa apotek diketahui telah menjual obat ini secara bebas dengan tidak mengikuti harga eceran yang tentu menyalahi aturan.

Pedoman Penanganan Covid-19 yang dikeluarkan oleh National Institutes of Health’s telah menyatakan bahwa saat ini tidak ada data yang cukup valid untuk merekomendasikan Ivermectin sebagai obat Covid-19. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengonfirmasi bahwa paparan dan efek samping terhadap manusia yang terkait dengan Ivermectin telah meningkat pada tahun 2021 dibandingkan pada era sebelum pandemi. Laporan tersebut juga mencakup peningkatan penggunaan produk Ivermectin untuk hewan yang disalahgunakan untuk konsumsi manusia. Oleh karenanya, masyarakat perlu memahami bahwa obat ini tidak boleh dipakai tanpa adanya pengawasan dan persetujuan dari dokter. cahyadi; ansell

 

Referensi

  1. MIMS. Ivermectin [Internet]. Indonesia: MIMS; 2021 [cited 2021 Sep 22]. Available from: https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ivermectin?mtype=generic
  2. American Society of Health-System Pharmacists. Ivermectin [Internet]. Maryland: U.S. National Institute of Health; 2020 May 15 [cited 2021 Sep 22]. Available from: https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a60706.html
  3. FDA. Why you should not use ivermectin to treat or prevent COVID-19 [Internet]. United States: FDA; 2021 Mar 9 [cited 2021 Sep 22]. Available from: https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/why-you-should-not-use-ivermectin-treat-or-prevent-covid-19
  4. CDC. Rapid increase in ivermectin prescriptions and reports of severe illness associated with use of products containing ivermectin to prevent or treat COVID-19 [Internet]. United States: CDC; 2021 Aug 26 [cited 2021 Sep 22]. Available from: https://emergency.cdc.gov/han/2021/han00449.asp

Penulis: Benedictus Ansell Susanto, Cahyadi Budi Sulistyoaji
Editor: Izzati Diyanah

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius