Jangan Abai, Mari Perhatikan Asupan Gizi sejak Kehamilan!

Menilik pentingnya asupan nutrisi selama 1000 Hari Pertama Kehidupan sang anak

pentingnya asupan nutrisi selama 1000 Hari Pertama Kehidupan

Masa kehamilan merupakan waktu yang dinantikan oleh para pasangan yang baru menikah. Sayangnya, masih banyak orangtua yang belum menyadari pentingnya periode emas yang optimal dalam tumbuh kembang sang buah hati. Di dunia, jumlah kasus anak dengan gizi kurang (stunting) masih menjadi momok serius dalam kesehatan. Salah satu faktor yang menyebabkan adalah kurangnya pengetahuan orang tua. Menanggapi kondisi tersebut, Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur ikut andil dalam mengedukasi masyarakat melalui webinar tentang pentingnya asupan nutrisi selama 1000 Hari Pertama Kehidupan sejak kehamilan. Bertajuk “Sambut Suka Cita 1000 Hari Kehidupan Sejak Dalam Kandungan”, seminar ini dilaksanakan pada Jumat, 9 April 2021 dengan narasumber dr. Kusmaryati, SpOG melalui platform Zoom Meeting.

Periode emas adalah masa ketika anak tumbuh dengan cepat dan optimal dalam kehidupannya. Masa ini berlangsung selama 1000 hari pertama sejak anak terbentuk dalam kandungan, yaitu 270 hari selama anak berada dalam kandungan dan 730 hari setelah lahir. Pemantauan periode emas dilakukan dengan supervisi dokter spesialis kandungan dan anak secara bertahap.  

Kehamilan yang sehat menjadi hal penting untuk menunjang keselamatan ibu dan bayi. Hal ini perlu didukung dengan adanya asupan nutrisi yang adekuat, yakni makronutrien dan mikronutrien. Banyak wanita yang hanya fokus dengan asupan makronutriennya—seperti karbohidrat, protein, dan lemak—dan melupakan mikronutrien. Padahal, mikronutrien yang terdiri atas senyawa vitamin dan mineral merupakan zat penunjang yang krusial dalam pertumbuhan dan perkembangan sel tubuh. “Kehamilan membutuhkan gizi khusus, termasuk vitamin dan mineral. Syarat kehamilan sehat adalah kalori yang cukup,” papar Kusmaryati. 

Perkembangan bayi selama kehamilan terdiri atas tiga tahap: trimester pertama, kedua, dan ketiga. Trimester pertama dimulai dari terbentuknya janin hingga bulan ketiga perkembangannya. Periode ini penting dalam pembentukan sistem saraf pusat pada janin. Asam folat dan zat besi menjadi mikronutrien yang esensial pada tahap ini. Pemenuhan kebutuhan asam folat dan zat besi selama kehamilan harus didapatkan secara adekuat dengan makanan yang sehat dan konsumsi suplemen tambahan. 

Trimester kedua adalah periode ketika organ dalam janin mulai berkembang. Pada tahap ini, janin dalam kandungan dapat merespons rangsangan dan bergerak aktif dalam perut ibu. Perkembangan janin pada tahap ini membutuhkan asupan tambahan yang mengandung kalsium dan magnesium. Kecukupan mikronutrien ini dapat diperoleh dengan mengonsumsi makanan seperti sayuran hijau, susu, dan biji-bijian.

Nutrisi pada trimester ketiga perlu diperhatikan untuk kelancaran persalinan. Vitamin C merupakan komponen yang signifikan selama periode kehamilan ini. Selain berfungsi sebagai zat antioksidan, vitamin C juga berperan dalam pembentukan zat besi untuk mencegah perdarahan saat persalinan. “Setiap ibu hamil wajib mengonsumsi gizi yang seimbang, mendapat tablet penambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan, menjaga kesehatan, dan mempersiapkan persalinan yang matang,” jelas Kusmaryati.

Pada penghujung acara, Kusmaryanti memberikan tips untuk mempertahankan kehamilan yang sehat, “Jangan lupa untuk olahraga teratur yang tidak terlalu berat, seperti senam hamil dan jalan pagi. Perhatikan asupan nutrisi dengan konsumsi vitamin dan suplemen, kontrol ke dokter gigi untuk mencegah infeksi yang bisa mempengaruhi bayi, dan selalu jaga kesehatan emosi.”

Penulis: Laurentia Yamin
Editor: Gabrielle Adani

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius