Erni Juwita Nelwan: Ibu Kartini Penyakit Tropik Infeksi

Dokter Penyakit Tropik Infeksi

Mengupas sosok Ibu Kartini masa kini di bidang penyakit tropik infeksi

Dokter penyakit tropik infeksi

Meskipun Ibu Kartini sudah tiada, mimpi dan semangatnya tak pernah berhenti menyulut semangat generasi penerus bangsa. Tiap hari, sosok Kartini-Kartini baru senantiasa lahir di Indonesia. Mereka mewarisi semangat juang Kartini dalam berbagai bidang, tak terkecuali untuk ilmu penyakit tropik dan infeksi. Salah satu di antaranya adalah Dr. dr. Erni Juwita Nelwan, Ph.D, Sp.PD-KPTI, FINASIM, FACP. Perempuan yang akrab disapa Erni ini adalah Kepala Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM.

Perjalanan Panjang dalam Menjadi Ahli Penyakit Tropik Infeksi

“Sebenarnya, dahulu saya ingin menjadi seorang dokter spesialis jantung, tetapi ternyata jalannya berubah,” begitulah awal dari perjalanan panjang Erni. Setelah lulus sebagai dokter umum pada tahun 2001, Erni tergabung dalam sebuah proyek penelitian besar yang melibatkan kerja sama antara Indonesia dan Belanda mengenai tuberkulosis. Melalui penelitian ini, Erni menyadari bahwa pembelajaran mengenai penyakit tropik infeksi harus dilakukan secara menyeluruh lantaran sebagian besar kondisi infeksi dapat berprogresi menjadi gangguan sistemik. Di sisi lain, perempuan yang hobi berenang ini semakin tertarik dengan penyakit infeksi karena kesukaannya dalam menyelesaikan masalah yang kompleks. 

Berbagai pengalaman lain pun semakin membulatkan tekad Erni untuk terjun ke dunia penyakit tropik infeksi. Dokter kelahiran Jakarta ini pernah mengikuti pelatihan mengenai imunologi dan vaksin dari WHO di Switzerland pada tahun 2008. Melalui pelatihan tersebut, Erni melihat bahwa setiap negara memiliki masalah penyakit infeksinya masing-masing dan tidak ada batasan negara dalam konteks penyakit infeksi. Selain itu, pengalaman luar biasa lainnya yang sempat Erni peroleh ialah studi S3 di Radboud University Medical Centre Nijmegen, Belanda. Kala itu, Erni berkesempatan untuk memberikan layanan kesehatan, edukasi, program pemeriksaan, dan akses pengobatan bagi penderita HIV di penjara. Pengalaman-pengalaman tersebutlah yang menyadarkan Erni akan panggilan hidupnya, yakni menjadi ahli penyakit tropik infeksi.

Suka Duka sebagai Ahli Penyakit Tropik Infeksi

“Bukan duka ya, saya menganggap ini sebagai tantangan,” terang Erni. Sebagai seorang konsultan penyakit tropik infeksi, kasus-kasus yang berat sudah menjadi makanan sehari-hari baginya. Dimulai dari kasus sepsis, berganti-ganti antibiotik, infeksi kompleks pada pasien dengan keganasan, dan kasus sulit lainnya. Terlebih lagi, penegakan diagnosis pasti untuk penyakit infeksi masih menjadi salah satu tantangan besar di dunia kesehatan Indonesia. Hal ini berbeda dengan kondisi di negara maju yang telah banyak menggunakan alat diagnostik spesifik untuk penegakan diagnosis secara pasti. Meskipun demikian, tantangan ini tidak menyurutkan semangat Erni. 

Teliti merupakan strategi utama Erni dalam mendiagnosis kondisi pasien. Penting baginya untuk menempatkan diri dalam kondisi yang tidak tahu-menahu agar ia dapat mempelajari pasien tersebut lebih dalam. “I need to find out from the patient,” ucap Erni. Dengan strategi tersebut, Erni mampu mendapatkan riwayat perjalanan penyakit pasien tersebut secara runut menurut versinya sendiri; bukan dari data sekunder. Lantas, Erni akan melakukan pemeriksaan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan mempelajari data yang ada secara dalam untuk membentuk kesimpulan awal. Terkadang, ia pun meminta pasien untuk menjalani serangkaian pemeriksaan tambahan untuk memastikan kondisi yang dialaminya. Walaupun strategi ini membutuhkan waktu yang cukup lama, Erni percaya bahwa teliti dapat menolong pasien dengan lebih amanah.

Selama menjadi ahli penyakit tropik infeksi, Erni memperoleh tiga pelajaran utama. Pertama, “If you can stop it early, stop it”. Mengingat penyakit infeksi merupakan sebuah kondisi yang dapat bersifat kontinu, klinisi harus mampu mencegah perburukan penyakit sedini mungkin sebelum terjadi  kondisi yang tidak diinginkan. Selanjutnya, “If it’s not clear for you, you have to start again from the beginning”. Apabila menemukan jalan buntu, wanita yang tak kenal lelah ini akan memulai pemeriksaan dari awal kembali untuk memecahkan teka-teki di balik penyakit pasien. Terakhir, “Selalu kenalilah misi kita”. Pastikanlah kita mengetahui hal yang belum kita ketahui dan yang harus dicari tahu dari pasien.

Peran Erni dalam Dunia Penelitian

Tak hanya berkiprah sebagai klinisi, Erni juga banyak berkecimpung di bidang riset. Saat ini, Erni tengah berperan sebagai kepala studi RECOVERY (The Randomized Evaluation of Covid-19 Therapy) di Indonesia. Studi ini merupakan salah satu studi terbesar di dunia mengenai pencarian obat yang memiliki potensi efek terapi bagi pasien Covid-19. Studi yang melibatkan kerja sama antara FKUI dengan Oxford University ini merupakan sebuah tanggung jawab yang besar bagi Erni. Di sisi lain, kegelisahan terhadap penggunaan obat-obat tanpa dasar empirik yang jelas pada pasien Covid-19 menjadi pembakar semangat Erni untuk memperjuangkan studi ini. 

Pengalaman Erni sebagai peneliti juga semakin diperkaya dengan posisinya sebagai Ketua Klaster Riset Penyakit Infeksi dan Imunologi IMERI FKUI hingga Juli 2021. Dengan jam terbang penelitian yang tinggi, Erni sering kali dihadapkan dengan berbagai tantangan dalam penelitian, seperti terhambatnya dana, singkatnya waktu, dan alokasi tenaga riset. Namun, menyerah bukanlah sebuah pilihan bagi Erni, “Ikhtiar yang dimulai dengan baik akan memberikan hasil yang, insya Allah, baik juga”.

Erni berpesan kepada mahasiswa kedokteran dan teman sejawat untuk senantiasa menumbuhkan rasa ingin tahu. Dengan memiliki perasaan tersebut, kita dapat mengembangkan antusiasme dan energi untuk senantiasa berkarya dan melakukan yang terbaik.

Penulis: Hendra Gusmawan
Editor: Ariestiana Ayu Ananda Latifa

Dokter Penyakit Tropik Infeksi Dokter Penyakit Tropik Infeksi Dokter Penyakit Tropik Infeksi Dokter Penyakit Tropik Infeksi Dokter Penyakit Tropik Infeksi

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius