Kiat-Kiat Melakukan Vaksinasi COVID-19 pada Lansia

Tindakan vaksinasi COVID-19 pada lansia telah berlangsung di Indonesia, lantas bagaimana cara melaksanakannya?

vaksin covid-19

 

Genap setahun pandemi COVID-19 telah berlangsung di Indonesia dan mengakibatkan banyak permasalahan yang muncul. COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh varian baru virus corona yang masih terus dicari dan dikembangkan penangkalnya. Kelompok tertentu, seperti lansia dan orang dengan komorbid tertentu, diperkirakan memiliki risiko perburukan yang lebih tinggi hingga dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, Indonesia saat ini sedang melangsungkan proses vaksinasi COVID-19 yang utamanya ditujukan kepada kelompok tersebut.

 

Sebelum melakukan vaksinasi, petugas medis akan melakukan penapisan/skrining terlebih dahulu yang bertujuan untuk menyingkirkan kontraindikasi, meminimalkan risiko kejadian ikutan pasca-imunisasi, dan mengoptimalkan keefektifan vaksin. Formulir skrining yang tersedia akan menjadi pedoman terhadap jenis pemeriksaan atau pengambilan riwayat pasien disertai dengan tindak lanjut yang dilakukan. Misalnya, pasien akan dilakukan pemeriksaan suhu dan tekanan darah. Jika suhu pasien melebihi 37,50C atau tekanan darah melebihi 180/110 mmHg, vaksinasi tidak dapat diberikan hingga suhu/tekanan darah terkontrol.

 

Khusus pada pasien lansia dengan usia lebih dari 60 tahun, anamnesa pasien perlu ditambahkan untuk mencari faktor risiko, seperti masalah jantung, penderita diabetes, dan kondisi penyerta lainnya. Selain itu, vaksin juga dikontraindikasikan pada pasien memiliki riwayat reaksi hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungannya. Jika lansia telah melewati tahap skrining tersebut, ia akan diarahkan untuk segera menerima vaksinasi.

 

Awalnya, vaksinator akan menggunakan spuit untuk mengambil cairan vaksin sebanyak 0,5 mL yang dapat berupa kemasan vial atau ampul. Vaksinasi untuk COVID-19 ini diberikan melalui rute injeksi intramuskular, tepatnya pada otot deltoid. Oleh karena itu, pasien diminta untuk mengangkat lengan baju terlebih dahulu agar tidak menutupi daerah vaksinasi. Selanjutnya, dilakukan sterilisasi dengan menggunakan swab alkohol.

 

Injeksi sebaiknya dilakukan pada sentral dari otot deltoid karena merupakan daerah yang paling tebal, kira-kira di atas ketiak atau dua sampai tiga jari di bawah tonjolan akromion. Setelah itu, daerah injeksi kembali disterilkan menggunakan swab alkohol dan jarum suntik langsung dibuang ke limbah medis.

 

Pasien berikutnya akan diminta menunggu terlebih dahulu selama 30-60 menit untuk dilakukan observasi KIPI, seperti alergi. Efek samping yang dapat muncul adalah reaksi lokal dan sistemik. Reaksi lokal yang telah ditemukan yaitu nyeri, pembengkakan, eritema, gatal, kemerahan, atau indurasi di lokasi penyuntikan. Reaksi sistemik yang telah dilaporkan adalah nyeri otot, demam, rasa lelah, mual, muntah, ngantuk, dan sakit kepala.

 

Setelah melewati tahapan observasi, pasien diperbolehkan untuk pulang dan vaksinasi tahap pertama telah selesai. Tak lupa, pasien diberikan kartu vaksinasi COVID-19 dan diingatkan untuk memperoleh dosis kedua dengan rentang waktu 28 hari atau 4 minggu. Selain itu, pasien perlu diedukasi bahwa vaksinasi bukan berarti tidak bisa terinfeksi COVID-19, sehingga harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. kelvin

 

Referensi :

  1. Centers for Disease and Prevention. COVID-19: Frequently asked questions [Internet]. USA: U.S. Department of Health & Human Services. [Updated  2021 Mar 17; Cited 2021 Mar 20]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/faq.html
  2. Centers for Disease and Prevention. COVID-19: Older adults [Internet]. USA: U.S. Department of Health & Human Services. [Updated  2021 Mar 13; Cited 2021 Mar 20]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/recommendations/older-adults.html#:~:text=The%20risk%20of%20severe%20illness,to%20receive%20COVID%2D19%20vaccines
  3. Futierrez JJP, Munakomi S. Intramuscular injection [Internet] in Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan. [Updated 2021 Feb 8; Cited 2021 Mar 20]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK556121/
  4. Harimurti M. Penapisan untuk vaksinasi COVID-19 [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2021 Feb 13. [Cited 2021 Mar 20]. Available from: https://persi.or.id/wp-content/uploads/2021/02/paparan-kuntjoro-harimurti-130221.pdf
  5. Satari HI. Penanganan, rujukan, dan pembiayaan KIPI vaksinasi COVID-19 [Internet]. Jakarta: Komnas KIPI. [Cited 2021 Mar 20]. Available from: https://persi.or.id/wp-content/uploads/2021/01/materi_komnas_kipi_rakernassus.pdf

Penulis: Kelvin Kohar
Editor: Kareen Tayuwijaya

Share your thoughts