Lamotrigin

Lamotrigin

Definisi & Informasi Umum Obat 

Lamotrigin merupakan obat antiepilepsi yang termasuk dalam kelas feniltraizin. Obat ini digunakan sebagai terapi epilepsi dan sebagai pereda perubahan mood pada pasien gangguan bipolar. Nama pasar obat ini adalah Lamictal.1

Indikasi 

Lamotrigin diindikasikan pada kondisi kejang parsial, episode depresi pada gangguan bipolar, terapi rumatan pada gangguan bipolar tipe I, dan sindrom Lennox-Gastaut. Untuk kondisi-kondisi tersebut, obat ini diberikan pada pasien dewasa dan anak berumur tidak kurang dari 2 tahun.1

Lamotrigin juga diindikasikan saat proses konversi monoterapi pada pasien berumur di atas 16 tahun dengan kejang parsial dan sedang menerima terapi dengan karbamazepin, fenitoin, fenobarbital, primidone, atau asam valproat sebagai obat antiepilepsi tunggal.1

Dosis dan Penggunaan 

Lamotrigin tersedia dalam bentuk tablet, tablet kunyah, dan tablet yang hancur dalam mulut. Dosis untuk setiap bentuk sediaan juga bervariasi.2

Pada keadaan kejang tanpa penggunaan karbamazepin, fenitoin, fenobarbital, primidone, rifampin, lopinavir/ritonavir, atazanavir, ritonavir, dan asam valproat, berikan dosis 25 mg setiap hari. Pada minggu ketiga, dosis harus ditingkatkan menjadi 50 mg per hari. Pada minggu kelima, tambahkan 50 mg per minggu. Dosis pemeliharaan berkisar 225-375 mg pada dosis terbagi 2. Apabila menggunakan obat-obatan di atas, berikan dosis awal sebanyak 50 mg per hari. Pada minggu ketiga, tambahkan dosis menjadi 100 mg per hari dibagi 2 dan pada minggu kelima, tambahkan 100 mg setiap minggu. Dosis pemeliharaan berkisar 300-500 mg pada dosis terbagi 2.2

Apabila sedang mengonsumsi asam valproat, berikan dosis awal sebanyak 25 mg per hari. Pada minggu ketiga, berikan dosis sebanyak 25 mg per hari. Pada minggu kelima, tambahkan 25 sampai 50 mg per minggu. Dosis pemeliharaan berkisar 100 sampai 200 mg per hari pada dosis yang terbagi 2 apabila sedang mengonsumsi asam valproat sebagai obat antiepilepsi tunggal atau sebanyak 100 sampai 400 mg dosis terbagi 1 atau 2 dengan obat-obatan lainnya yang dapat menginduksi glukoronidasi.2

Untuk perawatan bipolar tipe I, berikan dosis sebanyak 200 sampai 400 mg lamotrigin.2

Interaksi 

Lamotrigin memiliki interaksi yang signifikan dengan orlistat. Orlistat mengurangi konsentrasi lamotrigin dengan menghambat penyerapan obat di saluran cerna. Asam valproat menghambat glukoronidasi lamotrigin.3

Efek Samping

Beberapa efek samping yang sering ditemukan dari penggunaan lamotrigin adalah pusing, diplopia, sakit kepala, ataksia, pandangan kabur, rinitis, dan somnolen. Efek samping yang jarang terjadi adalah edema perifer, dermatitis, kulit kering, demam, migrain, frekuensi urin, dan tremor.3

Peringatan Obat

Hipersensitivitas terhadap lamotrigin adalah kontraindikasi utama obat ini. Menurut FDA, pasien bipolar yang diberikan lamotrigin dapat mengalami kondisi yang semakin parah, gejala baru, dan kelakuan ingin bunuh diri. Oleh karena itu, pasien harus diawasi dengan ketat. Penyesuaian dosis harus dilakukan pada pasien dengan gangguan ginjal dan hati.3

Konsumsi lamotrigin dapat menimbulkan ruam yang membahayakan nyawa. Pada keadaan seperti ini, jangan konsumsi lamotrigin lagi. Selain itu, lamotrigin dapat meningkatkan risiko efek-efek hematologis seperti neutropenia, anemia, leukopenia, trombositopenia, dan anemia aplastik pada pasien yang memiliki reaksi hematologis dengan obat-obatan lainnya.3

Lamotrigin yang diberikan pada pasien dengan penyakit jantung dapat meningkatkan risiko aritmia. Selain itu, obat ini juga dapat menyebabkan hemophagocytic lymphohistiocytosis (HLH).3

Lamotrigin dapat ditemukan di ASI dan pada darah anak yang mengonsumsi ASI tersebut. Gejala-gejala yang sering ditemui adalah ruam, apnea, kelelahan, dan sulit diberikan makan. Gejala-gejala ini dapat membaik dengan menghentikan konsumsi obat tersebut.2

Overdosis 

Pada beberapa pasien yang mengalami overdosis lamotrigin, dapat ditemukan konsentrasi obat sebanyak 16g. Beberapa gejala yang menyertainya adalah kejang, koma, dan kelainan konduksi. Pada kondisi ini, pasien membutuhkan perawatan rumah sakit segera serta waspadai saluran pernapasan pasien. Tidak ada antidot spesifik untuk mengurangi toksisitas obat dalam tubuh.2

Farmakologi

Lamotrigin bekerja dengan menghambat aliran natrium. Hal ini dilakukan dengan cara berikatan dengan kanal natrium inaktif sehingga pelepasan asam amino glutamat eksitatori dapat dihambat. Oleh karena itu, membran neuron semakin stabil dan pelepasan neurotransmitter eksitatori di presinaps dapat dimodulasi.1,2

Vd/F lamotrigin ketika diadministrasikan per oral berkisar dari 0,9 sampai 1,3 L/kg. Obat ini terakumulasi di ginjal dan dapat berikatan dengan jaringan yang mengandung melanin, seperti mata dan kulit yang berpigmen. Ikatan lamotrigin dengan protein plasma diestimasikan sebanyak 55%. Lamotrigin mengalami metabolisme hati dan setelah mengalami glukoronidasi akan membentuk konjugat 2-N-glukoronid. Selanjutnya, obat ini diekskresikan di urin sebanyak 94% dan feses sebanyak 2%.1,2

Klirens lamotrigin berkisar dari 0,18 sampai 1,21 mL/menit/kg. Angka ini bervariasi dan bergantung pada regimen dosis, obat-obatan antiepilepsi yang sedang dikonsumsi, dan kondisi penyakit pasien.1,2

Referensi: 

  1. Lamotrigine [Internet]. Place unknown: drugbank online; [cited 2021 May 24]. Available from: https://go.drugbank.com/drugs/DB00555
  2. Betchel NT, Fariba K, Saadabadi A. Lamotrigine [Internet]. Place unknwon: NCBI; [updated 2021 Mar 16; cited 2021 May 24]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470442/
  3. Lamotrigine (Rx) [Internet]. Place unknown: Medscape; [cited 2021 May 24]. Available from: https://reference.medscape.com/drug/lamictal-lamotrigine-343012#3

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius