Mencetak Dokter Berkualitas dengan Membangun Pendidikan Kedokteran

Meningkatkan taraf pendidikan kedokteran adalah kunci pembangunan kesehatan Indonesia

          Pendidikan kedokteran adalah bidang yang masih terus berkembang di Indonesia hingga saat ini. Bidang ini memiliki peranan penting dalam mencetak tenaga-tenaga medis masa depan. Dokter Dewi Anggraeni Kusumoningrum, lulusan FKUI tahun 2020, memiliki ketertarikan kuat di bidang ini. Selepas lulus sebagai dokter umum, Dewi memilih mengisi waktunya dengan magang di Departemen Pendidikan Kedokteran FKUI.

          Motivasi Dewi untuk terjun di bidang pendidikan kedokteran tidak lepas dari pengalamannya sebagai dokter internship setahun silam di RSUD Kota Bogor. Tak hanya bertugas di RSUD Kota Bogor, Dewi juga sempat menjalani rotasi ke Puskesmas Bogor Utara dan Puskesmas Bogor Timur.

          Dewi banyak belajar tentang aspek humanisme dalam praktik kedokteran. Dewi masih ingat dilema yang ia hadapi saat menangani kasus seorang anak dengan osteosarkoma pada kaki. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan nyawa anak tersebut adalah mengamputasi kakinya yang telah digerogoti tumor ganas tersebut. Sayangnya, pasien beserta keluarganya menolak tindakan amputasi. Orangtua pasien merasa bahwa amputasi hanya akan memperburuk hidup anak mereka. Pengalaman ini semakin menyadarkan Dewi bahwa menangani pasien bukan hanya sekadar mengatasi penyakitnya. Lebih dari itu, pasien adalah manusia dengan kehidupan yang unik dan bagian dari keluarga serta lingkungan sosial di sekitarnya.

          Pengalaman berkesan semasa internship tidak hanya didapatkan Dewi dari interaksinya dengan pasien. Dewi juga memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan dengan salah satu dokter pengujinya semasa internship. Saat itu, Dewi sebagai dokter internship diminta untuk memaparkan presentasi kasus. Usai mempresentasikan kasus, Dewi malah mendapatkan omelan dari sang dokter penguji. Sayangnya, menurut Dewi, umpan balik yang ia terima tersebut bersifat kurang konstruktif.

          Kejadian dengan dokter penguji tadi  memotivasi Dewi untuk berkarya di bidang pendidikan kedokteran. Dewi bersyukur mendapatkan guru-guru yang sangat mengedepankan umpan balik konstruktif semasa pendidikannya di FKUI. Namun, Dewi tidak bisa membayangkan jika para mahasiswa kedokteran Indonesia lainnya merasakan pengalaman belajar seperti yang ia rasakan saat memaparkan presentasi kasus. Menurutnya, hal seperti ini menjadi suatu masalah yang harus diselesaikan demi mencetak dokter-dokter yang lebih baik lagi di masa depan.

          Setelah menjalani masa internship, Dewi semakin menyadari betapa pentingnya aspek humanisme dan empati dalam profesi kedokteran. Oleh karena itu, ia ingin terus mengembangkan pendidikan kedokteran yang mengajarkan aspek-aspek tersebut kepada mahasiswa. Selain itu, Dewi juga tertarik dengan penggunaan teknologi dalam pendidikan. Menurutnya, pandemi Covid-19 telah membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi sangatlah penting. Banyak sekali aspek pendidikan yang dapat dioptimalisasi dengan bantuan teknologi.

          Untuk mewujudkan visinya, Dewi berencana untuk melanjutkan studi di bidang pendidikan kedokteran. Setelah itu, ia ingin kembali mengabdi sebagai staf di Departemen Pendidikan Kedokteran FKUI. Dengan demikian, Dewi berharap bisa mewujudkan cita-citanya untuk memajukan pendidikan kedokteran di FKUI dan Indonesia.

Identitas narasumber

Nama : dr Dewi Anggraeni Kusumoningrum

Jabatan: Dokter umum, intern Departemen Pendidikan Kedokteran FKUI

Penulis: Taris Zahratul Afifah
Editor: Gabrielle Adani

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius