Mengembangkan Diri dengan Menari

Berhasil ukir prestasi dan kembangkan karier lewat menari.

Melakukan hobi tidak hanya berhasil mengusir kejenuhan dalam menghadapi rutinitas, namun juga berperan dalam pembentukan pribadi seseorang. Hal tersebut dirasakan oleh Dr. dr. Tirza Z. Tamin, SpKFR(K). Melalui bakatnya dalam bidang seni, yaitu menari, Tirza sukses mendapatkan banyak pengalaman dan keterampilan baru yang ternyata berperan dalam menunjang kariernya sebagai seorang dokter spesialis rehabilitasi medik.

Bakat di bidang seni sudah dimiiliki-nya sejak kecil. Wanita kelahiran Medan ini sudah aktif mengikuti berbagai kompetisi dan tampil di layar televisi sejak berusia lima tahun. Darah seni tersebut ia didapatkan dari sang ibu. “Kalau ayah saya berasal dari keluarga wiraswasta, ibu saya lahir dari keluarga seniman,” ungkap Tirza. Berbagai keterampilan seni, mulai dari menari, menyanyi, hingga bermain alat musik sudah dikuasai oleh Tirza sejak kecil. Fakta yang cukup mengejutkan adalah Tirza tidak pernah menempuh pendidikan khusus untuk mempelajari berbagai keterampilan tersebut. Semuanya dipelajari secara otodidak. “Ibu saya hanya sesekali mengarahkan, namun dasarnya sudah saya miliki,” jelas Tirza.

Kelihaian Tirza dalam bidang seni pun terbukti dengan segudang prestasi yang berhasil ditorehkan, seperti  menjadi bintang Televisi Republik Indonesia (TVRI), bintang radio, hingga memenangkan berbagai perlombaan. Wanita yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Besar Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (Perdosri) ini bahkan pernah tidak diperbolehkan kembali untuk ikut serta pada sebuah ajang lomba tari karena sudah terlalu sering menjuarai kompetisi tersebut.

Salah satu pengalaman paling berkesan yang dialami Tirza terjadi saat ia menjalani pendidikan S1 di Universitas Sumatera Utara (USU). Saat itu, Tirza menjadi satu-satunya mahasiswa fakultas kedokteran yang terpilih untuk mengikuti sebuah program pertukaran pelajar. Bersama 11 perwakilan mahasiswa USU lainnya, Tirza berkesempatan mengelilingi sejumlah negara, seperti Singapura, Jepang, dan Australia, untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Tugas yang cukup berat tersebut mengharuskan Tirza bersama rekannya untuk saling bertukar peran sebagai pembawa acara maupun seniman, dalam hal ini menari atau memainkan alat musik. Kesempatan untuk menjelajahi dunia tersebut semakin memperluas pandangannya mengenai perbedaan.

Keterampilan Tirza dalam menari ternyata berhasil membawa sejumlah manfaat baginya, terutama dalam hal pekerjaan. Spesialis rehabilitasi medik memerlukan kerja sama multidisiplin sehingga kemampuan berkomunikasi, berbicara di depan umum, dan berjiwa kepemimpinan sangat dibutuhkan. Berbagai kemampuan tersebut telah didapatkannya dari aktif berpartisipasi dalam kegiatan menari. “Hobi menari membuat saya terbiasa tampil di depan umum sehingga tidak lagi merasa canggung ketika memegang mikrofon,” ujar bungsu dari enam bersaudara itu. Selain itu, menari juga berhasil membentuk pribadi Tirza yang percaya diri, mudah akrab dengan orang lain, dan dapat menyesuaikan diri dengan kondisi sekitar.

Menyempatkan menari di tengah-tengah kesibukannya tidak menjadi sebuah beban bagi Tirza. “Hobi dan pekerjaan saya mengalir begitu saja dan saling mendukung,” terangnya. Bahkan menurut Tirza, motivasi tinggi terhadap hobinya itulah yang mampu menghilangkan rasa lelah dalam menjalankan pekerjaannya.

 

DATABASE


Nama Lengkap: Dr. dr. Tirza Z. Tamin, SpKFR(K)
Jabatan: Ketua PB Perdosri Periode 2019-2022
Alamat email: tirzaediva.tamin@gmail.com

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius