Mungkinkah Antibodi COVID-19 Mengubah Warna ASI?

Studi terbaru menunjukkan kandungan antibodi terhadap virus penyebab COVID-19 dapat ditemukan dalam ASI. Lantas, apakah hal ini berpengaruh terhadap kualitas ASI yang dihasilkan?

Hoax Antibodi COVID-19 Mengubah Warna ASI

 

Awal tahun lalu, beberapa pengguna media sosial Facebook membagikan foto beserta narasi bahwa antibodi COVID-19 dapat mengubah warna ASI. Foto yang dilampirkan bersama unggahan tersebut menampilkan dua kantong ASI, satu berisi cairan (diduga ASI) berwarna putih susu sedangkan kantung lainnya berisi cairan berwarna kehijauan. Salah satu pengguna dalam unggahannya bahkan menuliskan “Covid+” pada kantung berisi cairan kehijauan tersebut. Dalam keterangan unggahan, tertulis bahwa ASI berwarna kehijauan tersebut didapatkan ketika sang ibu dan keluarga terkena COVID-19. Sementara itu, unggahan lainnya menyebutkan bahwa ASI berwarna kehijauan tersebut didapatkan dari saliva (air liur) bayi penderita COVID-19 yang “berkomunikasi” dengan ASI sang ibu. “Apa yang kamu lihat disini adalah bayi memberitahu tubuh ibu kalau mereka sedang sakit dan tubuh ibu merespon dengan antibodi,” demikian tulisan pada unggahan tersebut.

 

Perubahan warna ASI dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti infeksi dan mengonsumsi makanan atau suplemen tertentu. ASI dapat menjadi hijau setelah ibu mengonsumsi minuman elektrolit berwarna hijau seperti rumput laut, daun herbal, atau sayuran hijau seperti bayam dalam jumlah banyak. Perubahan warna ASI lainnya yang sering ditemui adalah kemerahan akibat perlukaan selama proses menyusui. ASI juga bisa berubah menjadi kekuningan, misalnya pada ASI yang dibekukan atau kolostrum yang mengandung banyak nutrisi untuk bayi baru lahir.

 

Studi menunjukkan bahwa antibodi terhadap COVID-19 memang dapat terkandung di dalam ASI dari ibu yang sudah mendapat vaksin untuk COVID-19 atau telah sembuh dari COVID-19. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa antibodi COVID-19 dapat mengubah warna ASI.

 

Antibodi yang ada di dalam ASI tidak akan memengaruhi kualitas ASI dan tidak berbahaya bagi bayi. Akan tetapi, antibodi dalam ASI tidak dapat menggantikan peran pemberian vaksin pada bayi untuk memberikan bayi kekebalan terhadap COVID-19.

 

Bagi ibu yang diduga atau telah terkonfirmasi positif COVID-19, WHO menganjurkan untuk tetap melanjutkan menyusui atau memberikan ASI pada bayinya. Pemberian ASI eksklusif masih sangat disarankan karena hingga saat ini masih belum ditemukan data yang cukup untuk membuktikan terjadinya transmisi COVID-19 dari ibu ke anak. Risiko penularan tersebut juga sangat rendah jika dibandingkan dengan manfaat yang dapat diterima bayi dari ASI eksklusif.

 

Sementara itu, klaim mengenai komunikasi antara saliva bayi dengan air susu ibu masih terus dipelajari hingga kini. Bukti yang ada menunjukkan bahwa saliva bayi dapat memicu produksi air susu yang kaya nutrisi dan mampu meregulasi bakteri usus yang baik bagi bayi.

 

Dapat disimpulkan bahwa narasi antibodi COVID-19 dapat membuat ASI berubah warna merupakan berita yang menyesatkan. Penelusuran ilmiah telah membuktikan bahwa kandungan antibodi terhadap COVID-19 pada ASI bersifat aman dan protektif bagi bayi serta tidak membuat ASI berubah warna menjadi kehijauan.

 

Referensi:

  1. Satuan Tugas Penanganan COVID-19. [Salah] antibodi covid-19 membuat asi berubah warna [Internet]. 2022 Feb 19 [cited 2022 Feb 24]. Jakarta: Satgas COVID-19. Available from: https://covid19.go.id/artikel/2022/02/19/salah-antibodi-covid-19-membuat-asi-berubah-warna
  2. Kochi S. Fact check: experts debunk claim that covid-19 antibodies turn breast milk green [Internet]. 2022 Feb 16 [cited 2022 Feb 24]. New York: USA Today. Available from: https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2022/02/16/fact-check-covid-19-antibodies-dont-turn-breast-milk-green/6794429001/
  3. Hesel S. New study finds evidence of covid antibodies in breast milk of vaccinated mothers [Internet]. 2021 Nov 10 [cited 2022 Feb 24]. New York: University of Rochester Medical Center. Available from: https://www.urmc.rochester.edu/news/story/new-study-finds-evidence-of-covid-antibodies-in-breast-milk-of-vaccinated-mothers
  4. del Valle CA, Salinas ET. Color of milk [Internet]. 2018 Jan [cited 2022 Feb 24]. North Carolina: La Leche League International. Available from: https://www.llli.org/breastfeeding-info/color-of-milk/
  5. Narayanaswamy VMS, Pentecost BT, Schoen CN, Alfandari D, Schneider SS, Baker RBS, et al. Neutralizing antibodies and cytokines in breast milk after coronavirus disease 2019 (covid-19) mrna vaccination. Obstetrics & Gynecology. 2022 Feb; 139(2): p. 181-191.
    doi: 10.1097/AOG.0000000000004661
  6. Carroll P. You are what you eat…and so is your baby [Internet]. 2017 Jul 31 [cited 2022 Feb 24]. Washington DC : CDC. Available from: https://blogs.cdc.gov/publichealthmatters/2017/07/you-are-what-you-eatand-so-is-your-baby/
  7. Al-Shehri SS, Knox CL, Liley HG, Cowley DM, Wright JR, Henman MG, et al. Breastmilk-saliva interactions boost innate immunity by regulating the oral microbiome in early infancy. PLoS One. 2015 Sep 1;10(9):e0135047. doi: 10.1371/journal.pone.0135047. PMID: 26325665; PMCID: PMC4556682.
  8. World Health Organization. Breastfeeding and covid-19 [Internet]. Geneva: WHO. 2020 Jun 23 [cited 2022 Feb 24]. Available from: https://www.who.int/news-room/commentaries/detail/breastfeeding-and-covid-19

Penulis: Rafaella

Editor: Kelvin, Taris, Kinoe

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius