Murah dan Praktis, Atasi Infeksi dengan Gentamisin

Gentamisin sebagai terapi pilihan infeksi bakteri

gentamisin

Dikenal masyarakat luas sebagai antibiotik, gentamisin yang merupakan golongan aminoglikosida bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri dalam tubuh. Gentamisin memiliki substansi untuk berikatan pada subunit ribosom 30S yang bermanfaat dalam menghambat sintesis protein pada bakteri. Oleh karena itu, indikasi utama terapi gentamisin adalah sebagai antibiotik pada pasien dengan diagnosis positif infeksi bakteri, khususnya jenis bakteri gram negatif.

Obat gentamisin dapat digunakan oleh bayi, anak-anak hingga orang dewasa. Obat ini dipakai dalam beragam kondisi seperti infeksi kulit, mata, dan telinga. Pada infeksi yang bersifat sistemik, misalnya syok sepsis pada anak, gentamisin juga terbilang cukup efektif. Bahkan, gentamisin juga dapat dipakai pada kasus meningitis bakteri. Sayangnya, obat ini tidak bebas dibeli di apotek dan pemakaiannya pun cukup terbatas. Obat ini hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.

Gentamisin merupakan salah satu obat yang sulit diserap melalui saluran cerna, namun baik diserap melalui otot. Oleh karena itu, obat ini diberikan melalui injeksi langsung ke otot maupun infus untuk bayi baru lahir yang mengalami sepsis. Meskipun termasuk golongan obat yang diabsorpsi secara cepat dan luas, gentamisin menembus cairan serebrospinal secara perlahan, sehingga obat ini tergolong cukup aman dalam menangani infeksi sistem saraf pusat.

Dengan harga yang cukup terjangkau, gentamisin menjadi salah satu obat yang banyak diresepkan oleh dokter. Obat ini tersedia dalam bentuk vial injeksi, salep, krim, dan obat tetes. Di Indonesia sendiri, sediaan vial injeksi tergolong jarang beredar di pasaran dan hanya digunakan di rumah sakit untuk menangani kondisi sedang hingga berat, seperti sepsis pada bayi, endokarditis, pneumonia, fibrosis kistik, serta menjadi antibiotik yang diberikan setelah tindakan operatif. Sediaan topikal gentamisin dapat diresepkan kepada pasien yang mengalami infeksi mata, telinga, dan kulit. Pemberian dosis obat ini ditentukan berdasarkan kondisi medis, berat badan, dan respons pasien terhadap pengobatan. Penyesuaian dosis pada pasien dengan gangguan ginjal juga perlu dilakukan untuk mencegah efek samping.

Di samping manfaat dan kelebihan obat aminoglikosida ini, gentamisin sebaiknya tidak dikonsumsi oleh pasien yang sensitif terhadap kandungan obat tersebut. Penggunaannya juga tidak direkomendasikan pada ibu hamil dan menyusui karena dapat menembus plasenta maupun ASI. Selain itu, pasien dengan kondisi neurotoksisitas dan miastenia gravis tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi antibiotik jenis ini karena dapat memicu perburukan kondisi. Adapun untuk pasien lansia, pemberian terapi dengan gentamisin perlu dilakukan penyesuaian dosis serta pengawasan terhadap fungsi ginjal, kadar plasma, maupun fungsi pendengaran dan keseimbangan.

Sebagai salah satu obat-obatan, gentamisin tentu tidak lepas dari adanya efek samping penggunaan. Beberapa pasien dapat mengalami efek samping ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya seperti demam, diare, dan kelelahan. Adapun pemberian dosis obat yang berlebih dapat menyebabkan toksis pada ginjal, gangguan vestibular, dan gangguan pendengaran pasien.  Mengingat hal-hal tersebut, obat ini sebaiknya digunakan hanya sebagai terapi jangka pendek. Dosis dan jangka waktu penggunaan obat harus tetap dievaluasi dan dipantau

Melihat fakta bahwa obat ini tergolong murah dan cara penggunaan yang mudah, gentamisin terbilang praktis serta banyak digunakan pada pasien yang mengalami infeksi berulang. Namun, faktor lain seperti penggunaan, dosis, dan jangka pemakaian gentamisin harus selalu diperhatikan untuk menghindari toksisitas maupun efek samping lainnya. Kesehatan pasien memang penting, tetapi aspek keamanan dan kenyamanan pengobatan juga menjadi hal yang perlu dicermati untuk mendukung kesembuhan pasien.

Referensi :

  1. Badan POM RI. Gentamisin [Internet]. Jakarta: Pusat Informasi Obat Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan. [cited 2021 Apr 15]. Available from: GENTAMISIN | PIO Nas (pom.go.id)
  2. Monthly Index of Medical Specialities. Gentamicin [Internet]. MIMS. [cited 2021 Apr 16]. Available from:Gentamicin: Indication, Dosage, Side Effect, Precaution | MIMS Indonesia

Penulis: Laurentia Yamin
Editor: Izzati Diyanah

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius