Pahami Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Covid-19

Menghadapi Covid-19 dengan tenang, namun tetap waspada

Covid-19 merupakan penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Pandemi yang berawal di Kota Wuhan, Tiongkok ini memancing kepanikan luar biasa seluruh masyarakat dunia, khususnya Indonesia. Sejatinya, banyak peneliti yang menyebutkan bahwa penyakit ini adalah self-limiting disease atau penyakit yang bisa sembuh sendiri dengan mengandalkan pertahanan imunitas penderitanya tanpa pengobatan apapun. Untuk itu, masyarakat Indonesia tak perlu panik namun harus tetap waspada. Mengenal gejala dan pencegahan Covid-19 sudah cukup membantu masyarakat untuk menghindari infeksi virus ini.

Bagaimana cara mencegah penularan Covid-19?

Praktik pencegahan memegang peran vital dalam meredam penularan infeksi. Langkah awal pencegahan dapat dimulai dengan mengenali gejala Covid-19. Gejala penyakit ini umumnya menyerupai gejala flu biasa, seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, dan rasa lelah serta sesak napas. Masyarakat diharap segera menghubungi layanan kesehatan apabila merasa pernah kontak dengan penderita Covid-19 dan mengalami gejala-gejala tersebut.

Pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah menerapkan program social distancing dengan beristirahat di rumah dan menghindari bepergian ke tempat umum. Apabila ingin mengunjungi dokter atau rumah sakit, disarankan untuk tidak menggunakan transportasi umum.

Saat berada di rumah, tetap jaga jarak dengan anggota keluarga lainnya. Gunakan kamar tidur dan kamar mandi terpisah dengan mereka yang sedang sakit jika memungkinkan. Untuk sementara waktu, hindari penggunaan barang pribadi, seperti peralatan makan, handuk, dan seprai secara bersamaan. Selain itu, tutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin serta lakukan cuci tangan secara rutin. Batasi pula interaksi dengan hewan peliharaan.

Apabila Anda mengeluhkan gejala yang menyerupai Covid-19, jangan takut untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Sebelum mengunjungi fasilitas kesehatan, pastikan sudah menghubungi fasilitas kesehatan tersebut terlebih dahulu sehingga dokter atau petugas kesehatan lainnya dapat memberi arahan. Gunakan masker dan selalu jaga jarak dengan orang lain. Perlu diperhatikan beberapa gejala berat yang memerlukan penanganan dokter segera, seperti kesulitan bernapas, rasa sakit atau tekanan yang menetap pada dada, kebingungan, dan kebiruan pada wajah atau bibir.

Apakah penyakit ini sudah ada obatnya?

Hingga saat ini, pengobatan yang diberikan pada penderita Covid-19 bersifat simptomatik atau hanya bertujuan untuk meringankan gejala yang dialami pasien. Hal tersebut tentunya sesuai dengan status Covid-19 sebagai self-limiting disease. Hingga saat ini, belum ditemukan obat-obatan atau vaksin yang terbukti efektif mengatasi virus SARS-CoV-2. Beberapa ahli memang berhasil menemukan peran beberapa obat seperti klorokuin yang efektif mencegah progresi virus, namun penggunaan secara luas masih dalam proses penelitian.

Pada pasien dengan gejala berat, terapi suportif yang diberikan, antara lain pemberian oksigen dan bantuan pernapasan lainnya, pemberian antipiretik atau analgesik untuk meredakan demam dan rasa sakit, serta pemberian antibiotik empirik untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan akibat bakteri potensial lainnya.

Prognosis Covid-19 cukup baik dengan tingkat mortalitas global yang cukup rendah yaitu 4,4%*. Angka kematian didominasi oleh kelompok berisiko, seperti lansia dan orang dengan penyakit bawaan, seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, dan gangguan pernapasan. Sebuah jurnal mengatakan bahwa 81% kasus Covid-19 merupakan kasus ringan tanpa pneumonia atau dengan pneumonia ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya. Pada kondisi yang parah, dapat terjadi komplikasi berupa kegagalan pernapasan, syok septik, dan disfungsi bahkan kegagalan beberapa organ, namun hal ini hanya terjadi pada 5% kasus.

 

Keterangan:

*angka kematian per 23 Maret 2020. Angka dapat berubah seiring berjalannya waktu.

Lihat lebih lanjut:

 

Referensi:

  1. Cascella M, Rajnik M, Cuomo A, Dulebohn SC, Napoli RD. Features, evaluation and treatment coronavirus (COVID-19). Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan- [update 2020 Mar 8] . Tersedia di: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554776/
  2. Johns Hopkins Medicine. Coronavirus COVID-19 (SARS-CoV-2) [internet].  2020 Mar 15; diakses 2020 Mar 21. Tersedia di: https://www.hopkinsguides.com/hopkins/view/Johns_Hopkins_ABX_Guide/540747/all/Coronavirus_COVID_19__SARS_CoV_2_
  3. BMJ Best Practice. Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Diakses 2020 Mar 21. Tersedia di: https://bestpractice.bmj.com/topics/en-us/3000168/management-approach
  4. Australia Government Department of Health. What you need to know about coronavirus (COVID-19) [internet]. Diperbarui 2020 Mar 20; diakses 2020 Mar 21. Tersedia di: https://www.health.gov.au/news/health-alerts/novel-coronavirus-2019-ncov-health-alert/what-you-need-to-know-about-coronavirus-covid-19
  5. Centers for Disease Control and Prevention. Steps to help prevent the spread of COVID-19 if you are sick [internet]. Diperbarui 2020 Mar 16; diakses 2020 Mar 21. Tersedia di: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/if-you-are-sick/steps-when-sick.html

Share your thoughts