Pandemi COVID-19 Belum Selesai, Norovirus Berpotensi Sebabkan Pandemi Baru?

Ketika dunia masih kewalahan menghadapi pandemi COVID-19, beberapa negara seperti Cina dan Inggris melaporkan wabah lain akibat norovirus.

Apa itu Norovirus?
Norovirus, virus RNA dari keluarga Caliciviridae, merupakan patogen pada saluran pencernaan. Norovirus pertama kali ditemukan ketika menimbulkan wabah gastroenteritis di Norwalk, Ohio, Amerika Serikat pada tahun 1968. Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, norovirus diperkirakan bertanggung jawab pada 60% kasus gastroenteritis akut atau sekitar 21 juta kasus di Amerika Serikat setiap tahunnya.

Gejala yang ditimbulkan Norovirus
Norovirus menyebabkan inflamasi pada saluran pencernaan. Gejala yang paling sering ditimbulkan berupa diare, mual-muntah, dan nyeri perut. Selain itu, infeksi norovirus juga dapat menyebabkan demam, nyeri kepala, dan nyeri pada seluruh tubuh. Gejala biasanya timbul 12-48 jam setelah paparan dan umumnya akan membaik setelah 1-3 hari. Namun, pada kasus yang berat, norovirus dapat
menyebabkan mual muntah yang cukup banyak tiap harinya sehingga terjadi dehidrasi, terutama pada anak-anak dan lansia.

Bagaimana transmisi dari Norovirus?
Norovirus merupakan patogen dari saluran pencernaan. Transmisi dari norovirus dapat berasal dari jalur mana saja yang berhubungan dengan saluran pencernaan, seperti melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, melalui tangan atau benda yang dimasukan ke dalam mulut, atau kontak langsung dengan orang yang sudah terinfeksi norovirus seperti penggunaan alat makan bersama.

Mencegah Norovirus
Untuk mencegah transmisi dari norovirus, tindakan yang perlu dilakukan tidak rumit. Menjaga kebersihan tangan dengan rajin mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun merupakan pencegahan paling utama. Selain itu, pencegahan juga dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan bahan makanan serta tidak mempersiapkan makanan untuk orang lain ketika sedang sakit. Faktor lingkungan tidak kalah penting dalam pencegahan. Membersihkan dan melakukan disinfeksi pada pakaian atau daerah yang terkena muntahan atau kotoran juga perlu dilakukan.

Pengobatan
Infeksi norovirus tidak memerlukan pengobatan khusus, pada umumnya penyakit akan membaik dalam 1-3 hari. Namun, kandungan cairan tubuh perlu dijaga agar tidak terjadi dehidrasi. Hal ini dilakukan dengan memperbanyak konsumsi air mineral untuk menggantikan cairan yang terbuang melalui muntah dan diare. Apabila terdapat gejala dehidrasi, segera hubungi dokter.

 

Referensi
1. https://www.cdc.gov/norovirus/index.html
2. Robilotti E, Deresinski S, Pinsky BA. Norovirus. Clin Microbiol Rev. 2015 Jan; 28(1): 134–164.

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius