Mandiri di Tengah Pandemi

Pandemi bukan alasan untuk tidak gagah berani dalam mengabdi

mandiri di tengah pandemi

Rumah Sakit Islam Lumajang, Kecamatan Lumajang, Jawa Timur, adalah tempat dr. Novitasari Suryaning Jati mengabdikan dirinya kepada masyarakat sebagai dokter umum setelah selesai menjalani masa internship. Novitasari memulai masa praktiknya pada bulan Agustus 2020. Saat itu, wabah Covid-19 sedang marak di Indonesia. Selain itu, Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan kasus Covid-19 terbanyak di Indonesia membuat kondisi rumah sakit cukup sibuk. 

Walaupun sekitar akhir bulan Februari hingga awal bulan April tahun ini angka kasus baru sudah tampak menurun, Novitasari sedikit ragu dengan kebenaran angka tersebut mengingat banyaknya orang yang enggan diperiksa dan takut ke rumah sakit. Walaupun demikian, penurunan kasus Covid-19 tersebut tetaplah kabar baik bagi tenaga kesehatan. Setelah menjadi dokter umum, perbedaan yang paling terasa baginya adalah kemandirian. Menjadi seorang dokter berarti harus bisa bertanggung jawab dan menangani pasien sendiri, dimulai dari anamnesis hingga tata laksana awal saat berada di Instalasi Gawat Darurat. Hal ini cukup berbeda saat masih menjalani internship karena ia masih dapat bertanya kepada dokter bila merasa ragu atau kurang paham. Saat menjadi dokter umum, segalanya harus bisa dilakukan sendiri. Walaupun ia dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis, kondisi kegawatdaruratan yang dapat terjadi kapan saja membuatnya harus tetap siap siaga.

Di tengah kesibukannya menjadi dokter umum, Novitasari memiliki sebuah pengalaman yang tak terlupakan, yakni berhadapan dengan hukum. Peristiwa itu terjadi saat ia pertama kali bertugas sebagai dokter jaga di IGD pada tengah malam. Salah satu keluarga menolak untuk melakukan pemulasaran jenazah sesuai dengan protokol Covid-19 hingga memanggil pengacara untuk mengatasinya. Perasaan takut jelas memenuhi Novitasari, tetapi ia tetap memberanikan diri karena apa yang dilakukannya telah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Pada akhirnya, ia dan pihak rumah sakit meminta tolong pihak kepolisian untuk memberikan edukasi kepada keluarga pasien.

Setelah mengalami kejadian tersebut, Novitasari berpesan kepada seluruh dokter umum dan calon dokter bahwa salah satu poin penting yang harus selalu diingat adalah edukasi. Meskipun kerap terlihat sebagai hal yang sepele saat menjalani program koas, edukasi merupakan hal yang sangat penting ketika telah terjun ke lapangan. Dengan memberikan edukasi yang baik kepada pasien dan keluarga, mereka lebih memahami mengenai kondisi dan mencegah dokter dari jeratan masalah di kemudian hari. Selain edukasi, apa pun yang dilakukan oleh seorang dokter harus sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku di lokasi tempat bekerja. Dengan demikian, terdapat dasar hukum yang kuat atas tindakan yang dokter lakukan. Ia berharap semangat dari seluruh rekan sejawat tidak dikalahkan oleh pandemi ini.

Penulis: Raisa Amany
Editor: Gabrielle Adani

Mandiri di Tengah Pandemi
Mandiri di Tengah Pandemi
Mandiri di Tengah Pandemi

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius