Perlukah Penyintas Covid-19 Divaksin?

Sumber: https://www.unicef.org/

Dalam beberapa hari ke belakang, beredar sebuah video berbahasa Inggris di media sosial yang menyebutkan bahwa penyintas Covid-19 atau orang yang pernah terinfeksi Covid-19 tidak perlu divaksin karena sudah memiliki kekebalan terhadap virus korona secara alami. Video ini juga merujuk suatu riset yang menunjukkan bahwa para penyintas Covid-19 memiliki angka infeksi Covid-19 yang rendah. Apakah pernyataan tersebut benar?

 

Ketika seseorang mengalami infeksi, baik virus maupun bakteri, sistem kekebalan tubuh akan bekerja untuk mengatasi infeksi dengan berbagai cara, salah satunya dengan membentuk antibodi yang dapat membunuh kuman. Hal yang sama juga terjadi ketika seseorang terkena Covid-19; sistem kekebalan orang tersebut akan membentuk antibodi untuk memberantas SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19. Namun, tingkat kekebalan yang ditimbulkan oleh antibodi ini sangat beragam pada setiap orang. Tingkat kekebalan yang terbentuk dipengaruhi oleh beberapa hal, mulai dari beratnya gejala saat terkena Covid-19 hingga perbedaan kemampuan sistem kekebalan tubuh yang memang berbeda pada setiap orang. Pada orang yang hanya mengalami gejala ringan atau bahkan tidak bergejala (asimtomatik) saat terkena Covid-19, antibodi yang terbentuk pascainfeksi cenderung rendah.

 

Maka dari itu, vaksinasi pada penyintas Covid-19 tetap perlu dilakukan. Hal ini sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO) dan badan kesehatan amerika, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), yang mengatakan bahwa semua orang, termasuk penyintas Covid-19, perlu mendapatkan vaksinasi Covid-19. Vaksinasi dapat dilakukan mulai dari beberapa minggu setelah infeksi atau setelah pasien telah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Beberapa penelitian mengatakan bahwa antibodi yang didapat akibat infeksi Covid-19 hanya bertahan sekitar 3 bulan. Oleh karena itu, banyak negara yang menganjurkan jeda waktu antara vaksinasi dengan saat terakhir kali terkena Covid-19 adalah 3 bulan, yaitu saat kekebalan alami yang dimiliki penyintas Covid-19 mulai menghilang.

 

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa informasi yang beredar bahwa penyintas Covid-19 tidak perlu divaksinasi Covid-19 adalah hoaks. Vaksinasi Covid-19 tetap menjadi salah satu usaha pencegahan yang harus dipenuhi oleh semua orang dalam rangka memutus rantai penularan Covid-19. Apabila Anda sudah terkena Covid-19, pastikan Anda tetap melakukan vaksinasi secara lengkap. Meski masih banyak hal yang belum diketahui tentang Covid-19, hal terpenting adalah tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan agar pandemi dapat segera berakhir.

 

Referensi:

  1. Frequently Asked Questions about COVID-19 Vaccination | CDC
  2. Episode #50 – Do I still need the vaccine if I have COVID-19? (who.int)
  3. Duration of Effective Antibody Levels After COVID-19 | Pediatrics | American Academy of Pediatrics (aap.org)

 

Penulis: Lowilius Wiyono

Editor: Alexander Rafael Satyadharma

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius