Sang Spesialis di Balik Layar, dr. Ening Krisnuhoni, MS, Sp.PA (K)

dr. Ening Krisnuhoni, MS, Sp.PA (K)Menelusuri perjuangan seorang dokter spesialis dalam mengenali kemampuan diri

Ening Krisnuhoni, MS, Sp.PA (K) merupakan seorang dokter spesialis yang tergabung sebagai Staf Divisi Patologi Saluran Cerna Departemen Patologi Anatomi FKUI-RSCM. Dokter kelahiran Kota Solo ini memulai pendidikan kedokterannya pada tahun 1985 di Universitas Gadjah Mada dan melanjutkan pendidikan residensi untuk menjadi dokter spesialis patologi anatomi di FKUI pada tahun 1997. Saat ini, Ening aktif melakukan berbagai penelitian di lingkup patologi anatomi saluran cerna dan hepatobilier dalam menjalani profesinya sebagai ahli patologi.

 

Lika-Liku Pemilihan Profesi

“Memilih profesi bukanlah hal yang sederhana,” begitulah kalimat pembuka yang dilontarkan Ening saat memulai membagikan pengalamannya. Perempuan asal kota Solo ini menyebutkan bahwa keputusannya untuk terjun ke bidang patologi anatomi berasal dari serangkaian pertimbangan akan pengenalan kemampuan diri sendiri. Alasan ketertarikan Ening pada bidang patologi anatomi berawal dari pengalaman yang ia dapatkan selama menjalani pendidikan profesi dokter umum atau koas. Pada masa itu, Ening kerap merasa kesulitan dalam beradaptasi dengan pasien. Kesulitan ini membuatnya bimbang lantaran merasa kepalang tanggung menempuh pendidikan dokter yang telah ia lalui dalam waktu yang tidak bisa dibilang singkat. Dari pengalaman ini, Ening menyadari bahwa profesi sebagai klinisi bukanlah zona yang tepat untuknya. Setelah melalui pertimbangan panjang, Ening memilih untuk memantapkan hatinya ke Departemen Patologi Anatomi FKUI-RSCM.

Selama menjalani masa residensi, Ening mengaku bahwa pendidikan spesialis patologi anatomi meninggalkan kesan yang menarik baginya. Kala itu, ia kerap merasa bahwa bidang yang ia jalani  merupakan jalan yang tepat baginya. Tak lain karena ia dapat tetap mampu menganalisis penyakit tanpa harus berhadapan dengan pasien secara langsung. Dengan menganalisis spesimen setiap harinya selama menjalani pendidikan, Ening dapat membangun pola pikir yang bermanfaat apabila suatu hari ia akan melakukan penelitian atau menjadi seorang dosen.

Berbagai pengalaman berkesan pun Ening alami selama menjalani pendidikan residen patologi anatomi. Pada saat itu, lingkup patologi anatomi tergolong sebagai bidang yang sepi peminat. Hal ini menyebabkan para residen mendapatkan beban kerja yang cukup berat. Selain itu, kurikulum pendidikan spesialis patologi anatomi belum terkemas dalam batasan materi yang terstruktur dengan baik. Akibatnya, mahasiswa harus menempuh waktu pendidikan yang panjang. Menolak untuk melihat sisi negatif, Ening beranggapan bahwa kondisi tersebutlah yang membuat masa pendidikannya menjadi lebih menarik. Kedua kondisi tersebut memberikan Ening dan teman-teman seperjuangannya banyak kesempatan untuk memahami lebih banyak kasus patologi. Secara tidak langsung, terbangunlah rasa percaya diri melalui analisis kasus-kasus tersebut.

 

Suka Duka sebagai Dokter Spesialis Patologi Anatomi

Setelah berhasil menjadi dokter spesialis patologi anatomi, Ening banyak mendedikasikan waktunya dalam berbagai riset di bidang patologi saluran cerna dan hepatobilier. Wanita pekerja keras ini mengatakan bahwa kendala terbesar dalam riset kedokteran adalah masalah biaya. Banyak kebutuhan riset—dimulai dari alat-alat kedokteran hingga reagen—yang belum tersedia di Indonesia. Keharusan untuk mengimpor alat dan bahan menyebabkan biaya penelitian kian membengkak. Hal ini sangat disayangkan karena fasilitas-fasilitas tersebut, khususnya reagen, merupakan salah satu kunci dalam pertimbangan kelayakan suatu studi untuk dipublikasi pada jurnal ternama. Tidak hanya sampai di situ, reagen yang sudah dibeli belum tentu dapat berfungsi secara optimal.

Walaupun banyaknya tantangan yang harus dihadapi, Ening beranggapan bahwa seluruh kesulitan tersebut akan terbayarkan apabila hasil riset yang ia perjuangkan diterima oleh jurnal yang dituju.“Ada rasa bangga apabila sumbangsih karya dan pemikiran kita bisa bermanfaat bagi dunia kesehatan. Baik dalam bidang basic science maupun ilmu terapan. Terutama apabila karya kita dinanti oleh para klinisi untuk menangani pasien,” ujar Ening mengenai pengalaman menyenangkan selama penelitian.

Tidak hanya dalam bidang penelitian, dokter spesialis ini juga turut berperan aktif dalam pengecekan spesimen guna membantu penegakkan diagnosis. Walaupun bagai orang dibalik layar, peran Ening sebagai dokter spesialis patologi anatomi terkadang dapat memberikan beban moral yang cukup berat. Proses pengambilan keputusan dari hasil pengecekan spesimen merupakan sebuah tanggung jawab besar yang ia rasakan selama praktik—ibarat hakim yang akan menetapkan vonis bagi terdakwa. Keputusan apapun yang kita ambil pastinya akan memengaruhi nasib pasien kedepannya, karena itulah Ening mengingatkan pentingnya untuk teliti dalam menganalisis spesimen sebelum memberikan keputusan final.

 

Pesan dan Harapan Untuk Masa Mendatang

Akhir kata, Ening berharap besar agar pemerintah dapat memperhatikan dan memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan penelitian demi berkembangnya dunia riset di Indonesia. Fasilitas tersebut merupakan sebuah investasi jangka panjang yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh anak bangsa. Selain itu, penyediaan fasilitas tersebut juga dapat mendorong anak bangsa untuk berkarya, menghadirkan berbagai ilmu baru, serta memajukan kualitas pelayanan kesehatan Indonesia. Berbicara untuk perkembangan jangka panjang, hal ini juga dapat membuka kesempatan bagi Indonesia untuk mempelajari pembuatan alat penelitian agar ke depannya dapat memproduksi secara mandiri. Nada

 

Nama Lengkap: dr. Ening Krisnuhoni, MS, Sp.PA (K)

TTL: Solo, 1 September 1959

Jabatan: Staf Divisi II Departemen Patologi Anatomi FKUI

 

Penulis: Nada Irza Salsabila
Editor: Ariestiana Ayu Ananda Latifa

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius