SGLT2 Inhibitor: Bukan Sekadar Obat Antidiabetik Oral?

Mengupas peran SGLT2 inhibitor dalam proteksi jantung dan ginjal 

SGLT-2 Inhibitor

Sumber gambar: https://www.thailandmedical.news/news/gout-incidence-down-with-sglt2-inhibitors-in-type-2-diabetes 

Diabetes melitus (DM) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia. Pada tahun 2021, terhitung 537 juta orang di dunia hidup dengan DM dan lebih dari 90%-nya adalah diabetes melitus tipe 2 (DMT2). Bahkan, angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 783 juta orang pada tahun 2045. Lebih lanjut lagi, pasien DMT2 lima kali lebih berisiko untuk mengalami gagal jantung dan sekitar 40% penderitanya akan mengalami penyakit ginjal kronik (PGK). Oleh karena itu, diperlukan pengobatan yang dapat mencegah atau memperlambat progresi gagal jantung dan PGK pada pasien DMT2. SGLT2 inhibitor (SGLT2i), antidiabetik oral yang menghambat kotransporter Na+-glukosa di ginjal, adalah jawabannya. 

SGLT2i: Revolusi dalam Tatalaksana Gagal Jantung

Studi menunjukkan bahwa SGLT2i memiliki peran kardioprotektif. Obat ini memperbaiki energetika miokardium dan mengurangi preload, afterload, serta remodelling jantung. Efek klinis yang diperoleh dari peran ini adalah berkurangnya tekanan darah dan perbaikan kontraktilitas jantung yang sangat berperan protektif terhadap gagal jantung. Hal ini sudah dikonfirmasi oleh uji klinis DAPA-HF. Berdasarkan studi yang melibatkan 4744 pasien dengan gagal jantung fraksi ejeksi menurun (HFrEF) NYHA kelas II-IV ini, pemberian dapaglifozin 10 mg dapat menurunkan risiko perburukan gagal jantung hingga 30%, menurunkan risiko kematian akibat kardiovaskular sebesar 18%, serta menurunkan risiko kematian akibat semua penyebab sebesar 17% dibandingkan plasebo. Meskipun studi ini masih terbatas pada pasien gagal jantung dengan kondisi yang stabil, European Society of Cardiology telah merekomendasikan dapaglifozin sebagai terapi HFrEF untuk mengurangi risiko perawatan dan kematian, terlepas dari ada atau tidaknya DMT2. Tidak hanya itu, American College of Cardiology juga sudah merekomendasikan SGLT2i pada pasien HFrEF kronik yang telah menerima ARNI/ACEI/ARB, beta-blocker, dan MRA. Tentu ini merupakan salah satu revolusi dalam tata laksana gagal jantung. 

Peran Protektif SGLT2i terhadap Ginjal

SGLT2i juga memiliki peran protektif terhadap ginjal. Studi menunjukkan bahwa obat ini mampu memperbaiki neurohormonal ginjal maupun mengurangi tekanan glomerulus, fibrosis, inflamasi, hipoksia, dan beban kerja ginjal. Peran protektif ini dapat teramati secara klinis sebagai stabilisasi eGFR serta berkurangnya tekanan darah, kerusakan tubulus/glomerulus, albuminuria, kerusakan iskemik ginjal, dan peningkatan hemoglobin. Oleh karena itu, SGLT2i turut berperan dalam proteksi terhadap nefropati diabetik, yaitu dengan memperbaiki atau minimal mempertahankan fungsi ginjal. Peran ini sudah dikonfirmasi oleh DAPA-CKD, studi yang melibatkan lebih dari 4000 pasien dengan PGK. Studi ini menunjukkan bahwa pemberian dapaglifozin 10 mg dapat memperlambat progresi PGK dan menurunkan risiko perburukan PGK hingga 39% dibandingkan dengan plasebo. Hasil ini konsisten baik pada pasien PGK dengan DMT2 (penurunan risiko perburukan sebesar 36%) maupun tanpa DMT2 (penurunan risiko perburukan bahkan mencapai 50%). Selain itu, kita patut berbahagia karena studi lain, DECLARE, menunjukkan tidak adanya perbedaan efek samping yang bermakna antara pemberian dapaglifozin dan plasebo. Oleh karena itu, tidak heran bila American Diabetic Association telah merekomendasikan SGLT2i pada pasien DMT2 dengan PGK untuk mengurangi progresi PGK.11

DMT2 masih menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh berbagai negara di dunia. Penyakit kronik ini membawa berbagai komplikasi, termasuk gagal jantung dan penyakit ginjal kronik yang berkontribusi besar pada mortalitas maupun penurunan kualitas hidup pasien DMT2. Oleh karena itu, berdasarkan berbagai studi yang ada, SGTL2i memberikan harapan baru bahkan bukan hanya bagi pasien DMT2, melainkan juga pasien HFrEF kronik dan PGK tanpa DMT2.

Referensi

  1. International Diabetes Federation. IDF diabetes atlas [Internet]. 10th ed. International Diabetes Federation; 2021. Available from: https://diabetesatlas.org/idfawp/resource-files/2021/07/IDF_Atlas_10th_Edition_2021.pdf 
  2. Nichols GA, Gullion CM, Koro CE, Ephross SA, Brown JB. The Incidence of congestive heart failure in type 2 diabetes. Diabetes Care [Internet]. 2004;27(8):1879–84. Available from: https://care.diabetesjournals.org/content/27/8/1879
  3. Alicic RZ, Rooney MT, Tuttle KR. Diabetic kidney disease: challenges, progress, and possibilities. Clin J Am Soc Nephrol. 2017 Dec;12(12):2032–45. 
  4. Heerspink HJL, Kosiborod M, Inzucchi SE, Cherney DZI. Renoprotective effects of sodium-glucose cotransporter-2 inhibitors. Kidney Int. 2018 Jul;94(1):26–39. 
  5. Tamargo J. Sodium-glucose cotransporter 2 inhibitors in heart failure: potential mechanisms of action, adverse effects and future developments. Eur Cardiol. 2019 Apr;14(1):23–32. 
  6. McMurray JJ V, Solomon SD, Inzucchi SE, Køber L, Kosiborod MN, Martinez FA, et al. Dapagliflozin in patients with heart failure and reduced ejection fraction. N Engl J Med. 2019 Nov;381(21):1995–2008. 
  7. Seferović PM, Fragasso G, Petrie M, Mullens W, Ferrari R, Thum T, et al. Sodium-glucose co-transporter 2 inhibitors in heart failure: beyond glycaemic  control. A position paper of the Heart Failure Association of the European Society of Cardiology. Eur J Heart Fail. 2020 Sep;22(9):1495–503. 
  8. M. MT, L. JJ, A. AL, Khadijah B, Javed B, L. DL, et al. 2021 Update to the 2017 ACC Expert Consensus Decision Pathway for Optimization of Heart Failure Treatment: Answers to 10 Pivotal Issues About Heart Failure With Reduced Ejection Fraction. J Am Coll Cardiol [Internet]. 2021 Feb 16;77(6):772–810. Available from: https://doi.org/10.1016/j.jacc.2020.11.022
  9. Heerspink HJL, Stefánsson B V, Correa-Rotter R, Chertow GM, Greene T, Hou F-F, et al. Dapagliflozin in patients with chronic kidney disease. N Engl J Med. 2020 Oct;383(15):1436–46. 
  10. Wiviott SD, Raz I, Bonaca MP, Mosenzon O, Kato ET, Cahn A, et al. Dapagliflozin and cardiovascular outcomes in type 2 diabetes. N Engl J Med. 2019 Jan;380(4):347–57.
  11. American Diabetic Association. Pharmacologic approaches to glycemic treatment: standards of medical care in diabetes 2021. Diabetes Care [Internet]. 2021;44(Supplement 1):S111–S124. Available from: https://care.diabetesjournals.org/content/44/Supplement_1/S111

Penulis: Hendra Gusmawan
Editor: Izzati Diyanah

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius