Si Kecil Pengontrol Gula Darah

Mengenal safron, rempah yang menjadi kandidat alternatif dalam mengontrol penyakit gula.

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyumbang kematian tertinggi di dunia. Penyakit metabolik tersebut menyebabkan kadar gula darah penderitanya meningkat akibat kerusakan sekresi atau fungsi insulin, hormon yang mengatur kadar gula darah. Pada tahun 2012, sebanyak 1,5 juta kasus kematian terjadi akibat diabetes di seluruh dunia. Pasifik Barat dan Asia Tenggara menjadi kawasan dengan angka kejadian diabetes tertinggi. Dampak dari penyakit diabetes pun beragam, mulai dari gangguan kardiovaskular, gangguan ginjal, serta gangguan saraf. Penderita diabetes juga mengalami penurunan usia harapan hidup sebanyak 5-10 tahun serta menimbulkan kerugian finansial yang cukup besar.

Diabetes tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa dikontrol. Berbagai upaya pun disosialisasikan pemerintah, seperti pola makan
sehat, aktivitas fisik teratur, kontrol kadar lemak dan gula darah, penggunaan insulin, serta menghindari asap rokok. Pemanfaatan berbagai tanaman herbal juga menjadi salah satu upaya yang ditempuh untuk mengurangi risiko maupun keparahan diabetes. Salah satu tanaman yang dipercaya memiliki manfaat luar biasa bagi penderita diabetes adalah Crocus sativus L. atau yang lebih populer dikenal dengan nama safron.

Mengenal Safron Lebih Dekat
Safron merupakan rempah yang berasal dari putik bunga yang dikeringkan. Rempah tersebut merupakan bahan aditif asli yang biasa digunakan di Iran. Selama bertahun-tahun, safron menjadi rempah tradisional Iran dengan harga jual termahal akibat proses penanaman, perawatan, pemanenan, dan pengolahan yang terbilang cukup lama dan sulit. Tanaman ini mengandung tiga metabolit sekunder utama yang dapat larut yaitu crocin, picrocrocin, dan safranal. Ketiga metabolit tersebut menghasilkan warna, rasa, serta aroma yang khas dari safron. Selain itu, kandung metabolit tersebut sering dikaitkan dengan efek antioksidan serta antiradang dari ekstrak safron.

Sebanyak 1 kg safron kering didapatkan dari 80 kg bunga. Safron kering mengandung lebih dari 150 senyawa yang mudah menguap serta terdiri dari berbagai komponen nutrisi, seperti lemak, mineral, protein, serat kasar, dan gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur utama safron memiliki efek yang baik bagi kesehatan sistem kardiovaskular, sistem saraf pusat, dan pencegahan kanker. Rempah ini juga dapat digunakan pada pengobatan batu saluran kemih serta radang. Tak heran, safron menjadi salah satu tanaman herbal yang sering dimanfaatkan khasiatnya sejak beberapa tahun silam.

Safron dan Diabetes Melitus Tipe 2
Dalam sebuah penelitian, konsumsi ekstrak safron hidroalkohol pada penderita diabetes melitus tipe 2 menunjukkan hasil yang baik. Ekstrak rempah ini meningkatkan kendali glukosa darah dengan mengurangi konsentrasi serum gula darah saat puasa pada penderita DM tipe 2. Selain itu, konsumsi teh safron sebanyak tiga gelas per hari, atau setara dengan satu gram safron selama delapan minggu menunjukkan penurunan kadar lemak jenuh dan peningkatan kadar HDL yang signifikan.

Penelitian dengan memberikan ekstrak safron pada tikus dengan diabetes melitus menunjukkan hasil signifikan. Setelah pemberian selama dua minggu, terjadi penurunan glukosa darah puasa sebesar 41,4% pada tikus dengan diabetes melitus sedang dan 30,7% pada tikus dengan diabetes melitus tinggi. Selain itu, terjadi pula peningkatan kadar insulin pada tikus. Meskipun efek ekstrak safron terhadap penurunan kadar serum gula darah tidak sebaik khasiatnya dalam menurunkan kadar LDL, kemampuan antioksidan alami rempah ini menunjukkan dampak positif dalam mengurangi komplikasi diabetes. Safron mampu meningkatkan fungsi endotel dan menimbulkan efek anti radang. Fakta tersebut tentu sangat penting jika dikaitkan dengan proses perjalanan penyakit diabetes yang ditandai dengan peradangan sistemik.

Peran safron bagi penderita diabetes melitus tidak terbatas hanya pada penurunan kadar gula darah, tetapi juga bermanfaat dalam penurunan berat badan. Senyawa safranal pada safron disarankan untuk dikonsumsi karena berkhasiat dalam mengurangi sensasi lapar sebelum makan dan dapat menurunkan asupan makanan serta massa tubuh. Kontrol massa tubuh sebagai salah satu upaya pencegahan dan penurunan risiko diabetes melitus dapat dilakukan dengan konsumsi ekstrak safron secara rutin diimbangi dengan kegiatan fisik yang cukup dan pola makan teratur.

Referensi:
1. Rameshrad M, Razavi BM, Hosseinzadeh H. Saffron and its derivatives, crocin, crocetin and safranal: a patent review. Expert Opinion on Therapeutic Patents. 2017 [cited 2020 Aug 19]; 28(2): 147–165.
2. Ismail RAJF, Ningtyas NR. Potensi saffron sebagai antidiabetes. Jurnal Penelitian Perawat Profesional. 2020 Feb [cited 2020 Aug 19]; 2(1): 99-104.
3. Khairani. Infodatin: hari diabetes sedunia tahun 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2019.
4. Faridi S, Delirezh N, Froushani SMA. Beneficial effects of hydroalcoholic extract of saffron in alleviating experimental autoimmune diabetes in C57bl/6 mice. Iran J Allergy Asthma Immunol. 2019 Feb [2020 Aug 20]; 18(1): 38-47.

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius