Vaksin COVID-19 Sebabkan VAIDS, Benarkah?

Klaim bahwa vaksinasi dapat melemahkan sistem kekebalan bertentangan dengan prinsip ilmiah vaksinasi

vaids vaccine acquired immunodeficiency syndrome

Belakangan ini beredar tentang fenomena Vaccine Acquired Immunodeficiency Syndrome (VAIDS). VAIDS dipercayai merupakan jenis AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) atau penurunan kekebalan tubuh yang diakibatkan oleh pemberian vaksin. Berawal dari kicauan beberapa akun melalui media sosial twitter, kondisi ini ternyata cukup menarik perhatian banyak pengguna lainnya.

Namun, informasi tersebut tidak benar. Klaim yang menyatakan bahwa terdapat kasus AIDS yang disebabkan oleh vaksinasi tidak memiliki dasar. Seorang pakar bidang penyakit menular di Pennsylvania, Stephen Gluckman, menyatakan bahwa istilah VAIDS tidak dikenal dalam dunia medis. Senada dengan hal itu, seorang pakar dalam bidang mikrobiologi dan imunologi dari Kolumbia, Donna Farber, menyatakan bahwa ia belum menemukan adanya sindrom imunodefisiensi yang diinduksi oleh vaksin hingga saat ini.

Lebih lanjut, Donna Farber juga menjelaskan bahwa vaksin tidak akan merusak sistem kekebalan tubuh. Sebaliknya, vaksin akan merangsang sistem kekebalan tubuh agar dapat mengenali kuman yang masuk ke dalam tubuh. Juru bicara tim Vaksin COVID-19 dari Universitas Oxford juga menyatakan bahwa klaim mengenai vaksinasi dapat melemahkan sistem kekebalan bertentangan dengan setiap prinsip ilmiah vaksinasi.

Salah satu ahli vaksinasi dan juga terapi virus dari Arizona, Grant McFadden, juga memberikan penjelasan bahwa AIDS merupakan infeksi khusus oleh virus HIV-1 dan tidak ada AIDS jenis lainnya yang disebabkan oleh vaksin. Selain itu, terdapat miliaran orang di dunia yang telah melakukan vaksinasi COVID-19. Perlu diketahui bahwa hingga saat ini efektivitas dan efek samping vaksin COVID-19 masih terus dipantau. Bila memang benar ada kejadian VAIDS, tentu hal tersebut akan mudah terdeteksi.

Sumber literatur biomedis yang sah hingga saat ini juga masih belum memuat tulisan mengenai VAIDS atau sindrom imunodefisiensi akibat vaksin. Maka dari itu, klaim mengenai vaksinasi COVID-19 yang menyebabkan Vaccine Acquired Immunodeficiency Syndrome (VAIDS) atau penyakit-penyakit autoimun lainnya telah dibantah dan dinyatakan sebagai klaim palsu terkait vaksin COVID-19.

 

Referensi

  1. Website Resmi Penanganan COVID-19. Awas Hoaks: Vaksin COVID-19 Menyebabkan Sindrom VAIDS | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2022 [cited 2022 Feb 25]. Available from:https://covid19.go.id/artikel/2022/02/21/awas-hoaks-vaksin-covid-19-menyebabkan-sindrom-vaids
  2. PDSI KOMINFO. [HOAKS] Vaksin Covid-19 Menyebabkan Sindrom VAIDS [Internet]. Website Resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. 2020 [cited 2022 Feb 25]. Available from:https://www.kominfo.go.id/content/detail/40066/hoaks-vaksin-covid-19-menyebabkan-sindrom-vaids/0/laporan_isu_hoaks
  3. Reuters Fact Check. Fact Check-“VAIDS” is not a real vaccine-induced syndrome, experts say; no evidence COVID-19 vaccines cause immunodeficiency [Internet]. U.S. 2022 [cited 2022 Feb 25]. Available from: https://www.reuters.com/article/factcheck-vaids-fakes-idUSL1N2UM1C7
  4. Swenson A. COVID-19 vaccines don’t cause immunodeficiency syndrome [Internet]. AP NEWS. Associated Press; 2021 [cited 2022 Feb 25]. Available from: https://apnews.com/article/fact-checking-330111634396

Penulis: Athira Marsya Khairina

Editor: Kelvin Kohar, Taris Zahratul Afifah, Hendra Gusmawan

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius