Vaksin Booster Menyebabkan AIDS?

Tersebar informasi bahwa vaksinasi booster COVID-19 memicu lonjakan protein penyebab penyakit autoimun

Gambar 1. Vaksin Covid-19
(sumber: detik.com)

Vaksin COVID-19 seringkali dianggap dapat memicu penyakit-penyakit yang sensitif di mata masyarakat. Beberapa waktu lalu, beredar informasi di media sosial bahwa pemberian dosis booster vaksin COVID-19 meningkatkan risiko terpaparnya virus HIV, yaitu virus penyebab penyakit AIDS. Informasi tersebut juga mendorong orang-orang yang sudah menerima dosis penguat atau booster vaksin COVID-19 untuk melakukan tes HIV. Benarkah hal tersebut?

 

Douglas Richman, seorang direktur institut HIV milik Universitas California San Diego, mengatakan bahwa klaim tersebut tidak berdasar. Douglas juga menambahkan bahwa klaim ini justru dapat membahayakan individu yang memiliki kondisi imunitas lemah, sebab mereka sangat membutuhkan vaksin COVID-19. Di sisi lain, orang yang mengidap HIV juga merupakan populasi yang paling membutuhkan vaksin COVID-19 karena tergolong ke dalam kelompok berisiko akan COVID-19.

 

Pendapat Douglas senada dengan Bnar Talabani, seorang dokter dan peneliti dari Inggris yang memfokuskan diri untuk menangani vaksin COVID-19. Ia menyatakan bahwa klaim di media sosial tersebut dianggap tidak masuk akal karena vaksin yang terdeteksi mengandung HIV tidak akan diluluskan sejak tahap pengujian. Hal ini juga didukung dengan banyaknya vaksin yang sudah lulus uji klinis dan sudah digunakan oleh jutaan populasi di seluruh dunia. 

 

CDC juga sudah mengonfirmasi bahwa tidak terdapat kaitan antara vaksin COVID-19 dengan risiko infeksi HIV. Sebaliknya, vaksin COVID-19 justru meningkatkan sistem imun tubuh dan melindungi dari komplikasi COVID-19. Selain itu, COVID-19 juga telah dinyatakan aman untuk penderita infeksi HIV/ AIDS melalui pengujian standar Food and Drug Administration, yang dalam uji klinisnya juga melibatkan pasien infeksi HIV. 

 

Maka dari itu, dari data-data yang aada,dapat disimpulkan bahwa klaim mengenai booster vaksin COVID-19 memiliki kaitan terhadap meningkatnya risiko terpapar virus HIV atau penyakit AIDS dinyatakan tidak berdasar atau hoaks belaka.

 

Poin-poin:

  1. beredar informasi bahwa dosis booster vaksin COVID-19 dikatkan dengan peningkatan risiko terpaparnya virus HIV atau menjadi sarana penyebaran AIDS
  2. klaim tersebut tidak berdasar.
  3. klaim vaksin membahayakan individu yang memiliki kondisi imunitas lemah dan bergantung pada vaksin COVID-19. 
  4. Vaksin yang terdeteksi mengandung HIV sejak tahap pengujian sudah tidak akan diluluskan.
  5. CDC juga sudah mengonfirmasi bahwa tidak ditemukannya kaitan antara vaksin COVID-19 dengan risiko infeksi HIV
  6. Vaksin COVID-19 justru meningkatkan sistem imun tubuh dan melindungi dari komplikasi COVID-19 yang lebih parah.
  7. dapat disimpulkan bahwa klaim mengenai booster vaksin COVID-19 memiliki kaitan terhadap meningkatnya risiko terpapar virus HIV atau AIDS dinyatakan tidak berdasar atau HOAKS.

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius