Vaksin Covid-19 Novavax mengandung DNA Laba-Laba?

“Benarkah seseorang dapat menjadi Spiderman dengan Vaksin Novavax?”

Edaran Mengenai Vaksin Novavax yang Terbukti Disinformasi oleh Kominfo
Edaran Mengenai Vaksin Novavax yang Terbukti Disinformasi oleh Kominfo

Telah cukup luas tersebar sebuah klaim terkait vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan farmasi terbesar di Amerika Serikat, yaitu Nuvaxovid atau yang dikenal dengan sebutan Novavax. Narasi tersebut menjelaskan bahwa vaksin Novavax tidak aman penggunaannya bagi manusia karena mengandung DNA laba-laba dan ngengat. Selain itu, narasi tersebut juga mengklaim bahwa terdapat lebih dari 200 kasus efek samping serius yang telah dilaporkan sebagai akibat dari pemberian vaksin Novavax.

Namun, faktanya adalah klaim tersebut keliru dan tidak berdasar pada bukti yang kredibel. Dilansir dari Agence France-Presse (AFP), per 11 Maret 2022, vaksin Novavax telah disetujui sebagai vaksin yang aman untuk digunakan oleh otoritas kesehatan di beberapa negara, termasuk di antaranya adalah Korea Selatan.

WHO pada 21 Desember 2021 juga telah menyatakan bahwa pihaknya telah secara holistik menilai data-data yang dibutuhkan terkait keamanan serta efektivitas vaksin Novovax. WHO dalam hal ini juga telah merekomendasikan penggunaannya untuk golongan berusia 18 tahun ke atas.

Di samping itu, Jung Jae-hun, seorang Profesor di Fakultas Kedokteran dan Sains Universitas Gachon, menyebutkan bahwa tidak ada kemungkinan bahwa Nuvaxovid mengandung DNA dari organisme apa pun. Jung menjelaskan, walaupun sel-sel dari organisme berjenis serangga atau ngengat dapat digunakan untuk menghasilkan protein lonjakan, tetapi sel-sel tersebut akan dihilangkan selama alur produksi.

Data-data terkait keamanan dan efektivitas penggunaan vaksin Novavax (NVX-CoV2373) dengan subjek ibu hamil hingga saat ini masih belum tersedia. Akan tetapi, berdasarkan berbagai bukti yang telah ada dari pemberian vaksin berbasis protein lainnya selama fase kehamilan, efektivitas vaksin Novavax pada ibu hamil diharapkan sebanding dengan wanita tidak hamil pada usia yang sama.

WHO merekomendasikan penggunaan segala jenis vaksin Covid-19 pada wanita hamil ketika manfaat vaksinasi bagi wanita hamil lebih besar daripada risikonya. Untuk membantu wanita hamil menentukan pilihan vaksinasi ini, mereka harus terlebih dahulu dibekali informasi tentang risiko Covid-19 selama kehamilan, kemungkinan manfaat vaksinasi dalam konteks mencegah penularan lokal, serta keterbatasan data keamanan saat ini pada wanita hamil. WHO tidak merekomendasikan penundaan kehamilan atau tindakan aborsi pada kehamilan karena vaksinasi.

 

Referensi:

 

Penulis: Farah Rafiqah Aulia
Editor: Alex

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius