Vaksin Covid-19 Sebabkan Strok pada Anak, Benarkah?

Sumber gambar: https://covid19.go.id/p/hoax-buster/salah-poster-tentang-penyakit-stroke-yang-menyerang-anak-anak-sebagai-efek-samping-covid-19

 

Beredar suatu unggahan di media sosial Facebook yang menyebutkan vaksin Covid-19 menyebabkan strok pada anak-anak. Dalam unggahan tersebut, terlampir foto poster dalam bahasa Inggris pada sebuah bus, yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berbunyi, “Anak-anak juga dapat terkena strok, kenali tanda-tandanya”. Akun yang mengunggah foto tersebut kemudian membangun narasi bahwa strok pada anak yang disebutkan di foto tersebut mengacu kepada efek samping dari suntikan vaksin Covid-19.

 

Strok merupakan kondisi ketika otak mengalami kekurangan suplai darah karena terdapat sumbatan atau robekan pembuluh darah otak. Pada anak-anak, strok merupakan kondisi yang langka dengan angka kejadian hanya mencapai 1 hingga 13 anak dari 100.000 anak. Pada anak-anak, penyebab strok paling sering adalah penyakit jantung. 

 

Lalu, apakah benar bahwa vaksin Covid-19 dapat menyebabkan strok pada anak, sesuai dengan unggahan tersebut? Ternyata, poster dalam unggahan tersebut adalah milik Achieving Beyond Brain Injury, suatu yayasan non-profit asal Kanada, yang dipasang di badan bus dalam rangka memperingati Bulan Kesadaran Strok pada Anak. Lebih lanjut, hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah bahwa vaksin Covid-19 memiliki efek samping berupa strok pada anak. Efek samping vaksin Covid-19 pada anak secara umum tergolong ringan, sama dengan orang dewasa, yang umumnya menghilang dalam kurun waktu 48 jam setelah vaksinasi. Efek samping tersebut mencakup nyeri pada lokasi penyuntikan, nyeri otot dan sendi, kelelahan, sakit kepala, dan demam. 

 

Vaksin Covid-19 berperan untuk mencegah seseorang mengalami gejala berat atau komplikasi ketika terkena Covid-19. Beberapa laporan menyebutkan strok dapat menjadi salah satu komplikasi berat dari Covid-19 pada populasi anak-anak sehingga vaksin Covid-19 sebetulnya melindungi anak dari strok ketika anak terkena Covid-19. 

 

Meskipun Covid-19 pada anak umumnya tergolong ringan, perlu diingat bahwa vaksinasi tidak hanya bermanfaat untuk melindungi anak saja. Dengan anak mendapat vaksin, laju penyebaran Covid-19 dapat menurun dan hal tersebut secara tidak langsung turut memberikan perlindungan terhadap teman-temannya atau orang lain yang tidak dapat mendapat vaksin karena alasan medis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa vaksinasi Covid-19 pada anak memiliki manfaat yang lebih besar kerugian

 

Referensi:

  • https://covid19.go.id/p/hoax-buster/salah-poster-tentang-penyakit-stroke-yang-menyerang-anak-anak-sebagai-efek-samping-covid-19
  • Tsze DS, Valente JH. Pediatric stroke: a review. Emerg Med Int. 2011;2011:734506
  • Schleiss MR, John CC, Permar SR. Children are the key to the Endgame: A case for routine pediatric COVID vaccination. Vaccine. 2021 Sep 7;39(38):5333-5336
  • Coronado Munoz A, Tasayco J, Morales W, Moreno L, Zorrilla D, Stapleton A, Pajuelo P, Reyes G, Estupiñan M, Seminario R, Ortiz M, Domínguez J. High incidence of stroke and mortality in pediatric critical care patients with COVID-19 in Peru. Pediatr Res. 2021 May 3:1–5
  • Beslow LA, Linds AB, Fox CK, Kossorotoff M, Zuñiga Zambrano YC, Hernández-Chávez M, Hassanein SMA, Byrne S, Lim M, Maduaka N, Zafeiriou D, Dowling MM, Felling RJ, Rafay MF, Lehman LL, Noetzel MJ, Bernard TJ, Dlamini N; International Pediatric stroke Study Group. Pediatric Ischemic stroke: An Infrequent Complication of SARS-CoV-2. Ann Neurol. 2021 Apr;89(4):657-665

 

Penulis: Alexander Rafael Satyadharma

Editor: Albertus Raditya Danendra

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius